Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. Sentimen geopolitik tersebut turut membebani pergerakan pasar saham di kawasan Asia yang juga cenderung melemah.
Tekanan pada IHSG terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar yang mencermati perkembangan konflik. Kondisi itu mendorong sikap wait and see, sehingga pergerakan indeks domestik ikut terseret arah bursa regional.
Pelemahan bursa Asia menjadi salah satu faktor yang memperkuat tekanan terhadap IHSG. Ketika pasar kawasan bergerak negatif, sentimen global umumnya memengaruhi aliran dana dan minat risiko investor di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dengan situasi yang masih dinamis, pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan terbaru terkait konflik Iran dan AS-Israel serta dampaknya terhadap stabilitas pasar global.

