BERITA TERKINI
Ketegangan AS-Iran Picu Bursa Global Anjlok dan Lonjakan Harga Energi

Ketegangan AS-Iran Picu Bursa Global Anjlok dan Lonjakan Harga Energi

Pasar saham global melemah tajam pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi krisis energi serta perlambatan ekonomi global.

Tekanan pasar dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran apabila Selat Hormuz tidak segera dibuka. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Trump menyatakan telah memberikan ultimatum selama 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Batas waktu itu disebut berakhir menjelang tengah malam GMT pada Senin.

Ketegangan tersebut segera direspons negatif oleh pasar. Mengutip The Guardian, Senin (23/3/2026), indeks saham di Asia dan Eropa kompak melemah. Di Asia, indeks Nikkei Jepang turun 3,4 persen, CSI 300 China melemah 2,8 persen, dan Kospi Korea Selatan anjlok hingga 6,5 persen.

Di Eropa, tekanan juga terlihat merata. Indeks Ibex Spanyol turun 1,9 persen, CAC 40 Prancis melemah 1,5 persen, DAX Jerman turun 1,9 persen, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi hampir 1,5 persen.

Di Amerika Serikat, data CNBC menunjukkan sepanjang pekan lalu indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 2 persen, sementara S&P 500 melemah 1,5 persen. Bagi Dow Jones, penurunan ini menjadi tren empat pekan berturut-turut pertama sejak 2023.

Iran merespons dengan peringatan akan menghancurkan infrastruktur penting di kawasan Timur Tengah, termasuk sistem air dan energi, jika AS melaksanakan ancamannya. Kondisi ini memperbesar risiko eskalasi konflik yang lebih luas.

Gangguan di Selat Hormuz disebut telah memicu krisis energi global dan mendorong kenaikan harga energi. Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, menilai dampaknya setara dengan gabungan krisis minyak era 1970-an dan dampak invasi Rusia ke Ukraina.