Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan investasi yang masuk ke Indonesia tidak boleh berhenti pada suntikan modal semata. Pemerintah mengarahkan agar setiap investasi turut memperkuat kapabilitas industri nasional, mulai dari alih pengetahuan dan teknologi, penguatan keterkaitan rantai pasok domestik, hingga integrasi industri Indonesia ke dalam rantai pasok global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kebijakan investasi industri yang dibangun pemerintah bertujuan memperdalam struktur industri nasional, memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam negeri termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), serta memperkuat jejaring global industri Indonesia.
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujar Agus dalam keterangan pers, Minggu (25/1).
Menurut Agus, arah kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato saat menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Dalam forum itu, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki peluang besar bagi kemitraan investasi global, sekaligus menunjukkan kesiapan untuk mendorong kemajuan industri nasional.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional. Agus menyebut kehadiran Danantara membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.
“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” kata Agus.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa investasi berkualitas akan diarahkan ke sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional. Selain mendorong alih teknologi dan pengetahuan, Kemenperin juga memperkuat dukungan untuk meningkatkan keterlibatan IKM sebagai bagian dari rantai pasok industri besar melalui program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri.
Kemenperin menargetkan setiap investasi baru dapat memberi dampak langsung terhadap perluasan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia industri, serta penguatan integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global.
“Jadi, sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkas Agus.

