Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mendorong desa-desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk mengembangkan potensi masing-masing daerah guna memperkuat rantai pasok program makan bergizi gratis (MBG). Dorongan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Desa di Blora, Senin.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kemendesa PDTT Tabrani menekankan pentingnya pengembangan desa tematik. Menurut dia, potensi desa dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik program MBG di Kabupaten Blora.
Ia mencontohkan, apabila saat ini terdapat desa beras organik, ke depan desa-desa lain dapat ditetapkan sebagai desa sayur, desa cabai, maupun desa telur. Penguatan peran desa melalui spesialisasi komoditas tersebut diharapkan mendukung ketersediaan pasokan untuk program MBG.
Selain pengembangan desa tematik, Kemendesa PDTT juga menyatakan akan mempromosikan potensi investasi Kabupaten Blora di tingkat nasional melalui berbagai agenda di Jakarta. Tabrani mengatakan, peluang investasi Blora akan diekspos pada acara-acara tertentu untuk menarik minat investor.
Tabrani menyebut, apabila ada investor atau pemilik modal yang tertarik berinvestasi di Blora, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk tindak lanjut. Ia merujuk pada komoditas unggulan yang disampaikan Bupati Blora, seperti sapi dan jagung, termasuk peluang pembangunan pabrik pengolahan jagung untuk pakan ternak.
Tabrani menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pembangunan desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman memaparkan potensi daerahnya, antara lain Blora menjadi juara satu se-Jawa Tengah dalam produksi sapi dan juara dua dalam produksi jagung. Dengan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berupaya mendorong hilirisasi.
Arief mengatakan, dukungan dari Kemendesa PDTT diharapkan membantu desa-desa menciptakan iklim investasi. Ia menyampaikan harapan agar Blora dapat memiliki pabrik pakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sekaligus menunjang pengembangan peternakan ayam, produksi telur, dan sektor terkait lainnya dengan pasokan dari Blora.

