BERITA TERKINI
Karantina Sumsel Fasilitasi Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

Karantina Sumsel Fasilitasi Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor 95.400 butir benih kelapa sawit dari provinsi tersebut ke Peru.

Kepala BKHIT Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari mengatakan, petugas Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap benih yang akan dikirim. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan.

Salah satu fokus pemeriksaan adalah memastikan benih bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan otoritas karantina Peru. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar karantina tumbuhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh benih kelapa sawit yang diekspor dinyatakan sehat dan bebas dari OPTK Marasmius sp. Sri Endah juga menyebutkan ekspor tersebut telah dilengkapi izin impor (import permit) dari otoritas Peru.

Selain itu, layanan ekspor dilakukan melalui mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC) yang terintegrasi. Menurut Sri Endah, mekanisme ini ditujukan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan transparansi pelayanan karantina bagi pelaku usaha.

Ia menekankan pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan menjadi kunci kelancaran ekspor. “Petugas kami telah melakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan setiap komoditas ekspor, benih kelapa sawit itu memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan untuk menjaga kepercayaan pasar internasional,” ujarnya.

BKHIT Sumsel menyatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar benih yang dikirim aman, sehat, dan sesuai ketentuan. Melalui kegiatan tersebut, BKHIT Sumsel menegaskan komitmen mendukung kelancaran ekspor komoditas dengan tetap mengedepankan perlindungan sumber daya alam hayati serta pemenuhan standar internasional.

“Sinergi antara kepatuhan pelaku usaha dan layanan karantina yang profesional diharapkan terus mendorong peningkatan daya saing ekspor Indonesia di pasar global,” kata Sri Endah.