PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menyatakan optimistis target kinerja 2026 berpeluang terlampaui seiring peningkatan kinerja dan ekspansi di bisnis jasa spesialis perbaikan kaki-kaki kendaraan roda empat. Perseroan menilai permintaan layanan otomotif pada segmen ini relatif stabil di tengah dinamika ekonomi.
Didirikan pada 2010, KAQI kini mengoperasikan 22 cabang di Pulau Jawa dan Bali. Perseroan memposisikan diri sebagai pemain utama dalam segmen jasa spesialis perbaikan kaki-kaki mobil, yang dinilai memiliki karakter permintaan cenderung inelastis terhadap inflasi.
Direktur Utama KAQI Imam Sujono mengatakan kebutuhan perbaikan kaki-kaki kendaraan tidak bisa ditunda ketika gejala kerusakan muncul. “Demand atas service kaki-kaki mobil itu cenderung inelastis dengan inflasi, ketika gejala muncul mau tidak mau harus segera dilakukan perbaikan,” ujar Imam dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut dia, strategi perusahaan tidak hanya mengejar volume, tetapi juga mengedepankan keterjangkauan harga dan kualitas layanan. “Kami menghendaki keterjangkauan dan kualitas sekaligus, sehingga berani memberikan jaminan free service 1 tahun apabila masalah yang sama muncul kembali,” katanya.
Untuk memperkuat reputasi, KAQI telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2025 dan ISO 45001:2018. Perseroan juga meraih Top Brand Award sebagai Car Foot Specialist Workshop.
Ekspansi menjadi salah satu strategi utama menuju target 2026. Model bisnis KAQI menitikberatkan pada pembukaan cabang spesialis yang berdiri sendiri di wilayah strategis, baik melalui pendanaan internal maupun kerja sama operasi dengan investor strategis. Imam menyatakan perusahaan menargetkan perluasan jejak bisnis secara nasional. “Ke depan kami ingin memiliki business footprint yang tersebar untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia di seluruh provinsi dengan pricing terbaik, teknologi terbaik dan jaminan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Saat ini, KAQI tengah membuka cabang baru di Bogor serta menambah cabang di Gianyar, Bali. Dengan tambahan tersebut, perseroan akan memiliki tiga cabang besar di Bali. Manajemen menilai Bali sebagai pasar potensial karena tingkat kepemilikan kendaraan yang tinggi dan mobilitas yang meningkat.
Selain ekspansi jaringan, perusahaan juga menargetkan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi dan penggunaan sumber daya untuk meningkatkan produktivitas serta margin usaha. Strategi ini diharapkan mendorong penjualan dan laba bersih pada 2026.
Manajemen membidik pertumbuhan penjualan dan laba bersih 25% hingga 30% pada 2026. Sebagai langkah awal, KAQI meluncurkan program undian berhadiah bertajuk “Ambyar” dengan hadiah utama mobil listrik BYD untuk meningkatkan engagement pelanggan dan loyalitas pasar.
Di sisi lain, KAQI menyampaikan komitmen keberlanjutan melalui kegiatan sosial yang telah dilakukan sejak sebelum IPO, di antaranya masak besar bersama warga Kediri, bakti sosial untuk korban banjir di Padang dan Aceh, serta bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru.
Imam juga mengungkapkan rencana pembagian dividen kepada investor pada tahun ini sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, sekaligus disebut sebagai sinyal komitmen manajemen terhadap pertumbuhan organik dan tata kelola perusahaan berkelanjutan.
Dari sisi perdagangan saham, KAQI tercatat sebagai saham syariah dan masuk papan pengembangan DBX. Pada level 114, saham ini naik 42 poin atau 59,15% dalam tiga bulan terakhir. Dalam periode tersebut, harga bergerak dari kisaran terendah sekitar 57, sempat menyentuh 133, lalu terkoreksi ke level saat ini. Pergerakan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek ekspansi dan pertumbuhan perseroan.

