KAI Logistik mencatat total angkutan barang sepanjang 2025 mencapai 22,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, batu bara menjadi komoditas yang paling mendominasi dengan volume sekitar 16,9 juta ton.
Selain batu bara, perusahaan juga mengangkut layanan pra-purna BBM/BBK sebesar 3,1 juta ton, layanan kontainer 2,5 juta ton, semen dan limbah B3 sekitar 432 ribu ton, serta layanan kurir sebesar 65,6 ribu ton.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyampaikan dinamika industri, khususnya sektor batu bara, turut memengaruhi capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun tersebut. Ia mengatakan volume angkutan pada 2025 mengalami sedikit penurunan dibandingkan 2024, namun pendapatan usaha tetap tumbuh 4% menjadi Rp1,1 triliun.
Menurut Yuskal, di tengah tantangan pada layanan pengelolaan batu bara, KAI Logistik mencatat pertumbuhan pada beberapa segmen lain seperti angkutan kontainer, angkutan limbah B3, layanan pra-purna BBM/BBK, hingga angkutan ritel.
Pada layanan kontainer, pertumbuhan volume mencapai 8%. Pertumbuhan ini didorong sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan kapasitas melalui penambahan rangkaian dan perjalanan kereta api kontainer, penguatan ekosistem logistik halal, serta penguatan green logistic.
Sementara itu, layanan limbah B3 menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 37%, dengan volume lebih dari 14 ribu ton, dibandingkan capaian tahun sebelumnya sekitar 10 ribu ton.
Yuskal juga menyebut layanan ritel tumbuh 11% seiring ekspansi yang dilakukan sepanjang 2025, termasuk perluasan cakupan layanan ke seluruh Indonesia, penambahan titik layanan service point, penguatan kolaborasi dan kemitraan, serta penyempurnaan layanan seperti perlindungan asuransi sepeda motor dan layanan digital kurir melalui aplikasi KAI Logistik TRAX.
Untuk memperkuat keberlangsungan bisnis, KAI Logistik menjalankan sejumlah langkah strategis, termasuk pengembangan layanan non-kereta api seperti freight forwarding dan project logistics yang menjadi portofolio perusahaan dalam pengelolaan logistik berskala besar dan bermuatan berat.
Penguatan juga dilakukan pada sektor pergudangan. Perusahaan meningkatkan kapasitas layanan melalui pembangunan gudang di Cirebon yang menerapkan prinsip efisiensi energi dengan pemanfaatan teknologi dan sistem manajemen energi, termasuk penggunaan panel surya on-grid berkapasitas 20.000 watt pada fasilitas gudang seluas 1.452 meter persegi.
Yuskal menyatakan capaian sepanjang 2025 menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperkuat langkah pada 2026. KAI Logistik, katanya, berkomitmen meningkatkan kinerja operasional, kualitas layanan, dan daya saing untuk menjawab tantangan industri logistik ke depan.

