BERITA TERKINI
Investasi Jateng 2025 Didominasi Industri Alas Kaki; Kendal, Semarang, Demak, dan Batang Jadi Kontributor Utama

Investasi Jateng 2025 Didominasi Industri Alas Kaki; Kendal, Semarang, Demak, dan Batang Jadi Kontributor Utama

Realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang Januari–Desember 2025 didominasi oleh sektor manufaktur, dengan industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi penyumbang terbesar. Kondisi ini dinilai memperkuat citra Jawa Tengah sebagai salah satu basis industri nasional.

Berdasarkan data periode tersebut, industri barang dari kulit dan alas kaki menempati posisi pertama dengan kontribusi investasi sebesar Rp11,37 triliun. Di urutan berikutnya, sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi mencatat Rp9,70 triliun, disusul industri karet dan plastik Rp8,96 triliun.

Kontribusi besar juga datang dari industri tekstil yang mencapai Rp7,97 triliun. Sementara sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran tercatat sebesar Rp7,47 triliun.

Dari sisi wilayah, terdapat lima kabupaten/kota yang disebut berperan besar dalam realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jawa Tengah selama 2025. Kabupaten Kendal menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp15,86 triliun, diikuti Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, dan Kabupaten Batang Rp6,73 triliun. Kabupaten Semarang melengkapi daftar lima besar dengan capaian Rp4,38 triliun.

Selain menyoroti dominasi sektor manufaktur, dinas yang membidangi penanaman modal menyatakan banyaknya sektor manufaktur yang berkembang sejalan dengan strategi mendorong hilirisasi dan industri padat karya. Strategi tersebut disebut bertujuan agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian investasi 2025 yang tinggi, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjaga kepercayaan investor, baik asing maupun domestik. Upaya yang ditekankan meliputi menjaga stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor, dengan target menjadikan Jawa Tengah sebagai gerbang investasi utama di Indonesia.