Inklusi keuangan kerap dipahami sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Namun, akses saja tidak selalu cukup untuk mendorong orang menggunakan layanan tersebut secara aktif. Kepercayaan menjadi faktor penting yang menentukan apakah masyarakat bersedia berpartisipasi dalam berbagai layanan keuangan.
Kepercayaan berperan dalam membentuk keyakinan masyarakat terhadap keamanan, kenyamanan, dan manfaat layanan keuangan. Tanpa rasa percaya, ketersediaan produk maupun kemudahan akses dapat tetap tidak dimanfaatkan, karena masyarakat ragu untuk menyimpan uang, melakukan transaksi, atau memanfaatkan layanan keuangan lainnya.
Karena itu, pembahasan tentang inklusi keuangan perlu menempatkan kepercayaan sebagai kunci. Upaya memperluas akses perlu diiringi dengan langkah-langkah yang membuat masyarakat merasa yakin dan aman sehingga mereka tidak hanya memiliki akses, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi.

