BERITA TERKINI
Inflasi Kota Tangerang November 2025 Terendah di Banten, Investasi Triwulan II Capai Rp8,21 Triliun

Inflasi Kota Tangerang November 2025 Terendah di Banten, Investasi Triwulan II Capai Rp8,21 Triliun

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melanjutkan tren positif pada sektor perekonomian. Salah satu indikatornya, indeks inflasi Kota Tangerang tercatat turun hingga 2,34 persen pada periode November 2025.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut menjadi yang terendah dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Banten. Rinciannya, Kota Tangerang (2,34 persen), Kota Cilegon (2,47 persen), Kota Serang (2,56 persen), Kabupaten Pandeglang (2,90 persen), dan Kabupaten Lebak sebagai daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 2,93 persen.

Selain inflasi yang terkendali, Pemkot Tangerang juga mencatat capaian investasi yang disebut terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan II 2025, nilai investasi yang masuk mencapai Rp8,21 triliun dan disebut menjadi kontribusi investasi terbesar di Provinsi Banten.

Untuk menjaga capaian tersebut, Pemkot Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (25/9/2025).

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, menyampaikan investasi merupakan motor penting penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut, pada dua triwulan pertama 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp12,58 triliun atau 83,21 persen dari target tahun ini.

“Alhamdulillah, dalam dua triwulan pertama 2025 kita telah merealisasikan Rp12,58 triliun atau 83,21 persen dari target tahun ini. Angka ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Tangerang sangat tinggi. Tugas kita adalah memastikan iklim investasi semakin nyaman, aman, dan kondusif,” kata Herman.

Menurut Herman, keunggulan Kota Tangerang tidak hanya ditopang letak strategis yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno–Hatta, tetapi juga dukungan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan layanan perizinan yang terus ditingkatkan.

Ia menambahkan, visi pembangunan Kota Tangerang diarahkan menjadi kota yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, dan berakhlakul karimah, dengan investasi sebagai salah satu pintu utama untuk mewujudkannya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugiharto Achmad Bagdja, menjelaskan Bimtek tersebut diikuti 95 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan, jasa, kesehatan, hingga perhotelan.

Sugiharto menekankan LKPM tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk membaca perkembangan investasi di daerah. “Melalui LKPM, kita bisa melihat berapa tenaga kerja terserap, apa saja yang diproduksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha. Data ini menjadi bahan berharga bagi pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada dunia usaha,” ujarnya.