BERITA TERKINI
Indonesia Best CFO Awards 2026 Digelar di Jakarta, Tekankan Peran CFO Hadapi Tekanan Ekonomi dan Transformasi Digital

Indonesia Best CFO Awards 2026 Digelar di Jakarta, Tekankan Peran CFO Hadapi Tekanan Ekonomi dan Transformasi Digital

Warta Ekonomi Group kembali menggelar Indonesia Best CFO Awards 2026 di Jakarta. Ajang ini memberikan penghargaan kepada para Chief Financial Officer (CFO) yang dinilai berperan menjaga stabilitas keuangan perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis di tengah tekanan ekonomi dan percepatan transformasi digital.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Warta Ekonomi Group menyoroti peran CFO yang kian krusial menghadapi ketidakpastian ekonomi, tuntutan keberlanjutan, serta kompleksitas regulasi. CFO juga disebut memiliki posisi sentral dalam pelaporan keberlanjutan dan penciptaan nilai bisnis jangka panjang, merujuk pada riset Asia Pacific Mandatory Sustainability Reporting (2024).

CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, menyampaikan bahwa peran CFO kini melampaui tugas pengelolaan keuangan. Menurutnya, CFO semakin dituntut menjadi penggerak strategi dan transformasi perusahaan. “Dalam situasi ini, peran CFO menjadi krusial, tidak hanya sebagai pengelola keuangan, tetapi juga innovator, pengambil keputusan strategis, dan pemimpin transformasi digital,” kata Ihsan dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).

Ihsan juga memaparkan hasil riset internal Warta Ekonomi Group terkait tantangan efisiensi operasional. Ia menyebut hanya 11,3 persen perusahaan yang diteliti berhasil menyeimbangkan biaya operasional dan pendapatan operasional (BO/PO) pada rentang 1–50 persen. “Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi biaya operasional masih menjadi sebuah tantangan bagi sebagian besar perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Finance & Commercial Director and Board Member of Tripatra Engineers & Constructor, Benny Joeseop, menilai CFO saat ini dituntut menjadi arsitek nilai berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan yang terus berkembang. “Saya membawakan topik CFO sebagai arsitek untuk nilai yang berkelanjutan, khususnya bagaimana disiplin dalam kapital, digital, dan ESG in action,” kata Benny.

Benny merinci empat tantangan utama yang dihadapi CFO, mulai dari efisiensi modal hingga menjaga keseimbangan strategi jangka pendek dan jangka panjang. “Bagaimana memastikan capital efficiency, bagaimana kita bisa optimasi working capital, dan bagaimana mem-balance antara short-term dengan long-term,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya perencanaan likuiditas dan pengelolaan arus kas. “Uang, cash adalah darah, tidak cuman king, darah. Liquidity planning ini menjadi satu hal yang sangat-sangat penting. Cash flow is the king,” tambah Benny.

Menurutnya, dalam situasi ekonomi dan geopolitik yang volatil, CFO juga dituntut memperluas peran di luar pelaporan dan angka-angka keuangan. “CFO tidak lagi cuma ngurusin numbers, tidak lagi cuma ngurusin reporting, tapi dituntut juga beberapa hal di mana kita harus bisa mendesain resilience, kita harus allocate capital wisely, mampu memungkinkan transformasi perubahan apalagi dalam volatilitas ekonomi, geopolitik, dan sebagainya,” tegasnya.

Dalam Indonesia Best CFO Awards 2026, sebanyak 23 CFO menerima penghargaan atas kontribusi dan kinerja strategis mereka dalam mengelola keuangan perusahaan serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan.