BERITA TERKINI
Indeks Kospi Anjlok 11%, Membukukan Pelemahan Terburuk Sejak Krisis 2008

Indeks Kospi Anjlok 11%, Membukukan Pelemahan Terburuk Sejak Krisis 2008

Kepanikan melanda pasar saham Korea Selatan pada Rabu (4/3) setelah indeks acuan Kospi terperosok hingga 11%. Penurunan tajam ini terjadi setelah Kospi melemah 7,2% pada sesi sebelumnya, menempatkannya pada jalur penurunan dua hari terbesar sejak krisis finansial 2008.

Koreksi mendalam tersebut terjadi di tengah berbaliknya sentimen terhadap pasar yang dalam setahun terakhir kerap disebut sebagai salah satu yang paling “panas” di dunia. Kejatuhan indeks dipicu oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak utama bursa, termasuk Samsung Electronics Co, SK Hynix Inc, dan Hyundai Motor Co.

Otoritas bursa sempat menghentikan perdagangan (trading halt) pada indeks Kospi dan Kosdaq selama 20 menit setelah kedua tolok ukur itu turun melewati ambang batas 8%.

Sejumlah investor menyebut aksi jual paksa pada posisi spekulasi bermargin (leverage) sebagai salah satu pendorong utama besarnya kerugian dalam dua hari terakhir.

“Pergerakannya terlalu ekstrem sehingga hampir mustahil untuk diprediksi—analisis tidak lagi banyak membantu,” kata An Hyungjin, CEO Billionfold Asset Management Inc. yang berbasis di Seoul. Ia menilai investor ritel mulai ragu, dengan minat beli yang terus memudar sejak hari sebelumnya. “Meskipun kami tetap memilih saham-saham berkualitas dan melakukan lindung nilai, ini bukanlah peluang yang jelas,” ujarnya.