BERITA TERKINI
IHSG Volatil pada 2026, BEI Imbau Investor Diversifikasi dan Fokus pada Fundamental

IHSG Volatil pada 2026, BEI Imbau Investor Diversifikasi dan Fokus pada Fundamental

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 cenderung volatil dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipengaruhi tekanan global, termasuk peninjauan (review) indeks global serta dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Di tengah dinamika tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pendekatan investasi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kinerja portofolio. Economic Analyst BEI, Anita Kesia Zonebia, menekankan pentingnya investor memahami profil risiko dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan di pasar saham.

Anita menyarankan investor menerapkan diversifikasi aset agar risiko dapat dikelola lebih baik. Menurutnya, investor tidak dianjurkan menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset. Kehadiran aset defensif dalam portofolio dinilai penting untuk meredam risiko, sementara aset berisiko masih dapat dipertahankan dalam porsi terbatas bagi investor yang mengejar imbal hasil lebih tinggi.

Ia juga menyoroti cepatnya perubahan kondisi pasar yang dapat memicu pergeseran pergerakan antar aset dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan hari atau minggu. Karena itu, investor perlu aktif memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara berkala.

Selain diversifikasi, Anita mengingatkan pentingnya memilih saham dengan fundamental perusahaan yang kuat, terutama saat pasar tidak menentu. Ia juga menyinggung perlunya memperhatikan waktu atau momentum dalam mengambil keputusan investasi.

BEI turut mencatat peran investor domestik kian penting dalam menjaga stabilitas IHSG. Ketika investor asing melakukan aksi jual, aliran dana dari investor lokal—terutama ritel—dinilai menjadi penopang pasar. Kondisi tersebut terlihat dari kemampuan investor domestik menyerap tekanan jual asing sehingga pergerakan IHSG tidak mengalami penurunan yang lebih dalam.

Dengan situasi pasar yang masih bergejolak, investor ritel diharapkan tidak bersikap reaktif terhadap pergerakan jangka pendek. BEI mendorong agar strategi investasi tetap berorientasi jangka panjang dengan mengacu pada fundamental, disertai disiplin dalam diversifikasi, pemilihan aset, serta pemahaman risiko.