BERITA TERKINI
PINTU, OJK, dan Unpad Gelar Literasi Keuangan di Kampus, Bahas Investasi hingga Aset Kripto

PINTU, OJK, dan Unpad Gelar Literasi Keuangan di Kampus, Bahas Investasi hingga Aset Kripto

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggelar program PINTU Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi PINTU dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), universitas, dan Investortrust untuk memperkuat literasi dan edukasi keuangan, termasuk terkait aset kripto, di kalangan mahasiswa.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin menyampaikan bahwa investasi kripto dinilainya semakin diterima masyarakat. Ia menilai tantangan saat ini bukan lagi pada adopsi, melainkan pada literasi dan edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman matang sebelum berinvestasi.

“Untuk itu, PINTU bekerja sama dengan OJK, Universitas, dan Investortrust, menggelar acara edukasi dan literasi ke kampus-kampus, tujuannya untuk bersama-sama memberikan edukasi tentang aset crypto khususnya kepada generasi muda masa depan, yakni teman-teman mahasiswa agar dapat memiliki pemahaman yang matang sebelum mulai berinvestasi,” kata Timothius.

Seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, industri kripto disebut terus bertumbuh. Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta. Tren serupa juga terlihat secara global. World Economic Forum mencatat sekitar 42 persen investor Gen Z telah memiliki aset kripto.

Timothius menekankan pentingnya generasi muda tidak sekadar mengikuti tren, namun memahami investasi secara mendalam di tengah perkembangan industri yang cepat dan berbagai faktor global yang memengaruhi pasar. Ia menyebut PINTU berkomitmen menghadirkan ruang belajar agar generasi muda dapat mengambil keputusan finansial secara bijak.

Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyatakan literasi keuangan bagi mahasiswa semakin diperlukan, terutama karena banyaknya produk keuangan yang tersedia saat ini. Ia mengapresiasi kolaborasi PINTU dengan OJK dan pemangku kepentingan lain dalam inisiatif literasi tersebut, serta berharap kegiatan ini bermanfaat dalam mempersiapkan masa depan mahasiswa.

“Sekarang begitu banyaknya produk keuangan, begitu banyaknya masalah-masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang...,” ujar Arief.

Dari pihak regulator, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto mengingatkan mahasiswa tentang tantangan literasi keuangan di ranah kripto. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara literasi dan inklusi, sehingga masyarakat perlu memahami investasi kripto agar tidak sekadar ikut-ikutan.

Djoko juga menegaskan filosofi investasi yang disebut relevan, termasuk prinsip 2L: Legal dan Logis. Ia mengimbau agar investor memastikan aset keuangan digital yang dipilih legal, bertransaksi melalui exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi OJK, serta bersikap logis dan tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Djoko Kurnijanto, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Barat Melati Usman, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Dian Masyita, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz, SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra, serta CMO PINTU Timothius Martin.

Dalam kesempatan yang sama, PINTU juga menyerahkan penghargaan kepada delapan mahasiswa Unpad berprestasi.