Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja perdagangan saham selama periode 9–13 Maret 2026 ditutup dengan pergerakan negatif. Pelemahan tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 5,91% sepanjang pekan dan berakhir di level 7.137,21, dari posisi 7.585,68 pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar BEI. Nilainya menyusut 6,96% menjadi Rp12.678 triliun, dibandingkan Rp13.627 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas transaksi, BEI mencatat rata-rata frekuensi harian berubah 7,33% menjadi 2,73 juta kali transaksi, dari 2,95 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian turun 25,49% menjadi 31,55 miliar lembar saham, dari 42,34 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
BEI juga melaporkan perubahan pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 31,54% menjadi 1,87 juta kali transaksi, dari 2,73 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian berubah 31,10% menjadi Rp17,20 triliun, dibandingkan Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi investor asing, tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp117,17 miliar pada 13 Maret 2026. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) 2026, net sell asing mencapai Rp8,85 triliun.