BERITA TERKINI
IHSG Turun 5,91% dalam Sepekan, Tertekan Saham Big Caps dan Aksi Jual Asing

IHSG Turun 5,91% dalam Sepekan, Tertekan Saham Big Caps dan Aksi Jual Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja negatif sepanjang pekan perdagangan 9–13 Maret 2026. IHSG turun 5,91% dari level 7.585,69 menjadi 7.137,21, menjadikannya salah satu penurunan terdalam dibandingkan sejumlah indeks utama di kawasan Asia maupun global pada periode tersebut.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelemahan terjadi seiring melemahnya aktivitas perdagangan dan meningkatnya tekanan jual di pasar saham domestik. Kapitalisasi pasar BEI selama sepekan menyusut dari Rp13.627 triliun menjadi Rp12.678 triliun, atau turun sekitar Rp949 triliun.

Dibandingkan sejumlah indeks di Asia Tenggara, penurunan IHSG lebih dalam daripada Vietnam VN-Index yang turun 5,47% dan Filipina PSEi yang melemah 4,14%. Sementara itu, Malaysia KLCI turun 1,12% dan Singapura STI terkoreksi 0,12%.

Di kawasan Asia-Pasifik, pelemahan juga terjadi namun tidak sedalam Indonesia. Jepang Nikkei 225 turun 3,24%, Korea Selatan KOSPI terkoreksi 1,75%, dan Australia All Ordinaries melemah 2,71%. Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 1,73%.

Tekanan terhadap IHSG terutama dipicu pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. BEI mencatat saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi kontributor terbesar penurunan dengan dampak negatif 52,74 poin. Berikutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menekan 35,65 poin, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 29,99 poin, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 25,15 poin, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 23,14 poin.

Aktivitas perdagangan turut melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun 31,10% dari Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp17,20 triliun. Frekuensi transaksi harian menyusut 31,54%, sementara volume perdagangan harian turun 25,49%.

Dari sisi aliran dana, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) Rp1,57 triliun atau setara US$93,44 juta sepanjang pekan tersebut. Angka ini berbalik dari pekan sebelumnya ketika investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) Rp2,23 triliun.

Tekanan pasar juga terlihat pada pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 620 saham atau sekitar 65% dari total saham tercatat turun lebih dari 2%, sedangkan 81 saham atau sekitar 8% mencatat kenaikan lebih dari 2%.

Pelemahan IHSG diikuti koreksi pada berbagai indeks sektoral. Sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 8,23%, disusul sektor konsumer siklikal yang turun 8%. Sektor energi dan bahan baku masing-masing terkoreksi sekitar 7,5%.