BERITA TERKINI
IHSG Turun 18,79% Sepanjang 2026, Bagaimana Posisi Valuasinya di Asia?

IHSG Turun 18,79% Sepanjang 2026, Bagaimana Posisi Valuasinya di Asia?

Ketegangan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian fiskal membebani sentimen pasar saham, termasuk di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil dan tercatat menjadi yang terlemah sejak Juli tahun lalu.

Sepanjang 2026, IHSG telah turun 18,79%. Pelemahan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah indeks saham utama Asia juga membukukan koreksi secara year-to-date (ytd), di antaranya Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEI (Filipina), KLCI (Malaysia), Shanghai Composite (China), dan Straits Times (Singapura).

Data Bloomberg per Senin (16/3/2026) menunjukkan valuasi IHSG berdasarkan Price to Book Value (PBV) berada di 1,85 kali, sementara perkiraan Price to Earning Ratio (PER) tercatat 14,23 kali.

Jika dibandingkan dengan sejumlah bursa saham di kawasan Asia, valuasi IHSG saat ini masih tergolong relatif lebih mahal. TW Weighted Index (Taiwan) tercatat memiliki PBV 3,35 kali dan PER 17,97 kali, sedangkan NIKKEI 225 (Jepang) berada di PBV 2,61 kali dan PER 21,58 kali. Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) tercatat pada PBV 2,01 kali dan PER 12,57 kali.

Di sisi lain, beberapa indeks menunjukkan valuasi di bawah IHSG. Kospi (Korea Selatan) memiliki PBV 1,74 kali dan PER 8,89 kali, Shanghai Composite (China) PBV 1,61 kali dan PER 15,87 kali, KLCI (Malaysia) PBV 1,59 kali dan PER 14,94 kali, serta Straits Times (Singapura) PBV 1,55 kali dan PER 14,78 kali. Sementara itu, SETI (Thailand) tercatat pada PBV 1,34 kali dan PER 14,89 kali, dan PSEI (Filipina) berada di PBV 1,25 kali serta PER 9,49 kali.

Dengan posisi tersebut, penurunan IHSG sepanjang tahun ini belum serta-merta membuat valuasinya menjadi yang paling murah di kawasan, setidaknya jika dilihat dari indikator PBV dan PER.