Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) serta sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 62,77 poin atau 0,76 persen ke posisi 8.334,54. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 6,43 poin atau 0,77 persen ke posisi 841,71.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 8.250–8.380 sepanjang pekan ini. Ia juga menilai IHSG berpeluang menguji level 8.400 apabila mampu ditutup di atas 8.350.
Dari sisi domestik, pelaku pasar mencermati langkah Pemerintah Indonesia menyusul pembatalan tarif resiprokal di AS, mengingat Indonesia telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS. Namun, perjanjian tersebut belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara. Selama undang-undang ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian itu.
Ratna menilai perkembangan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik. Di sisi lain, pasar juga memperhatikan implikasi kewajiban 267 emiten untuk meningkatkan porsi free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Dari mancanegara, keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump disambut positif investor. Hal ini dipandang meningkatkan ekspektasi keringanan bagi perusahaan yang selama ini menanggung biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap inflasi AS. Meski demikian, belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang telah dibayarkan.
Trump merespons dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10 persen melalui perintah eksekutif, lalu menyatakan akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15 persen.
Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan produk domestik bruto (PDB) AS melambat menjadi 1,4 persen pada kuartal IV-2025 dari 4,4 persen pada kuartal III-2025. Inflasi PCE AS juga naik menjadi 2,9 persen (year on year/yoy) pada Desember 2025 dari 2,8 persen (yoy) pada November 2025.
Pergerakan bursa global pada akhir pekan lalu turut menjadi perhatian. Pada Jumat (20/02), bursa Eropa ditutup menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 naik 1,18 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,56 persen, DAX Jerman naik 0,87 persen, dan CAC Prancis naik 1,39 persen. Di Wall Street, indeks S&P 500 menguat 0,69 persen ke 6.909,51, Nasdaq naik 0,87 persen ke 25.012,62, dan Dow Jones naik 0,47 persen ke 49.625,97.
Pada perdagangan pagi di kawasan Asia, indeks Nikkei melemah 642,13 poin atau 1,12 persen ke 56.825,70 dan indeks Shanghai turun 51,95 poin atau 1,26 persen ke 4.082,07. Sementara itu, indeks Hang Seng menguat 699,65 poin atau 2,65 persen ke 27.111,00 dan indeks Straits Times naik 13,17 poin atau 0,27 persen ke 5.031,49.

