JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pertama setelah libur panjang Idul Fitri dengan pergerakan positif. IHSG ditutup menguat 1,43% ke level 7.208,27, seiring membaiknya kondisi bursa saham regional Asia dan respons pasar terhadap dinamika makroekonomi global.
Selama bursa domestik tutup dalam periode libur Lebaran, mayoritas pasar saham di Asia sempat melemah akibat sentimen negatif global. Namun, sehari sebelum perdagangan di Indonesia kembali dibuka, indeks-indeks regional mulai menunjukkan tren pemulihan. Pembalikan arah tersebut turut menjadi sentimen yang direspons pasar domestik pada awal sesi, sehingga mendorong penguatan IHSG.
Selain faktor regional, pelaku pasar juga mencermati eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok global. Ketidakpastian ini membuat perhatian pasar tertuju pada pergerakan komoditas energi, mengingat potensi gangguan jalur perdagangan internasional dapat berdampak pada kenaikan harga minyak dan tarif logistik.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham mencatatkan persentase kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini. Pergerakan ini turut menggambarkan rotasi minat pasar ke beberapa sektor tertentu.
Pada sektor pelayaran, saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menguat. Secara fundamental, sektor ini dinilai merespons potensi kenaikan tarif angkutan laut (freight rate) yang dapat terjadi apabila eskalasi konflik global mengganggu jalur distribusi.
Dari sektor material dasar, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) bergerak sejalan dengan fluktuasi harga komoditas logam industri. Sementara itu, sentimen positif juga terlihat pada saham-saham berorientasi domestik seperti PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM).
Khusus SSTM, penguatan signifikan terjadi setelah saham tersebut keluar dari suspensi sehingga kembali diperdagangkan dan mengalami kenaikan pada sesi hari ini.
Catatan: Artikel ini memuat informasi dan analisis pasar sebagaimana disebutkan dalam materi rujukan dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan investasi berada pada masing-masing pembaca.