Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/3/2026). IHSG turun 2,66% dan berakhir di level 8.016,8.
Pelemahan dipicu tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sejumlah saham big caps yang disebut menjadi pemberat antara lain BREN, BMRI, dan AMMN.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak turun. Sepanjang sesi, indeks berada pada rentang 8.133,6 hingga menyentuh level terendah 8.016,8 yang terjadi tepat saat penutupan.
Dari sisi sentimen global, pelemahan IHSG turut dikaitkan dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu perang terbuka. Situasi tersebut mendorong investor global cenderung menghindari aset-aset berisiko.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih berada di atas MA200. Namun, penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan berpotensi membentuk death cross.
Jika IHSG menembus (break) level terendah 8.000, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level support berikutnya di kisaran 7.860–7.900.

