BERITA TERKINI
IHSG Diproyeksikan Menguat, Didukung Sentimen Positif Pasar Global

IHSG Diproyeksikan Menguat, Didukung Sentimen Positif Pasar Global

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (17/03/2026) diperkirakan bergerak naik. Proyeksi tersebut disampaikan tim riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui laman samuel.co.id.

Sentimen global dinilai cenderung positif setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin (16/3). Indeks Dow Jones naik 0,83%, S&P 500 menguat 1,01%, dan Nasdaq bertambah 1,22%. S&P 500 tercatat pulih setelah tiga pekan beruntun melemah, seiring turunnya harga minyak ketika investor memantau perkembangan perang Iran.

Dari pasar obligasi dan valuta asing, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 1,42% menjadi 4,216%. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,65% ke level 99,71.

Di pasar komoditas, mayoritas harga ditutup lebih rendah pada Senin (16/3). Minyak mentah WTI turun 5,28% menjadi USD 93,50 per barel dan Brent melemah 2,84% menjadi USD 100,21 per barel. Batu bara turun 1,68% ke USD 135,00 per ton. Di sisi lain, CPO naik 1,79% menjadi MYR 4.654 per ton, sedangkan emas turun 0,26% menjadi USD 5.006 per ons.

Pergerakan bursa Asia pada hari yang sama cenderung bervariasi. Hang Seng menguat 1,45%, sementara Nikkei turun 0,13% dan Shanghai melemah 0,26%.

Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 1,61% ke level 7.022,29. Meski demikian, tercatat pembelian bersih asing sebesar Rp 1.022,8 miliar, yang terdiri dari pembelian bersih Rp 177,4 miliar di pasar reguler dan Rp 845,4 miliar di pasar negosiasi.

Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham BBCA senilai Rp 400,1 miliar, disusul BBNI Rp 201,6 miliar dan BBRI Rp 131,3 miliar. Adapun pembelian bersih asing terbesar tercatat pada EMAS Rp 564,6 miliar, AADI Rp 160,0 miliar, dan ARCI Rp 82,4 miliar.

Menurut catatan tersebut, saham yang mencatat pergerakan utama adalah EMAS, SMMA, dan CPIN, sementara saham yang bergerak lebih lambat antara lain DSSA, BRMS, dan AMMN.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, KOSPI dibuka turun 2,32% dan Nikkei melemah 0,50%. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif dari pasar global dan regional,” tulis tim riset Samuel Sekuritas Indonesia.