Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026), seiring sentimen negatif dari pasar global dan regional.
Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam ulasannya menyatakan IHSG diperkirakan turun hari ini. Tekanan datang setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Jumat (13/3). Indeks Dow Jones turun 0,26%, S&P 500 melemah 0,61%, dan Nasdaq terkoreksi 0,93%.
Pelemahan di Wall Street disebut dipengaruhi kenaikan harga minyak, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,37% menjadi 4,277%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,62% ke level 100,36.
Di pasar komoditas, mayoritas harga ditutup menguat pada Jumat (13/3). Minyak mentah WTI naik 3,11% menjadi USD 98,71 per barel dan Brent menguat 2,67% menjadi USD 103,14 per barel. Sementara itu, batu bara turun 1,05% menjadi USD 137,30 per ton, CPO naik 0,68% menjadi MYR 4.572 per ton, dan emas turun 1,18% menjadi USD 5.019 per ons.
Dari kawasan Asia, sejumlah indeks utama juga ditutup melemah pada hari yang sama. Hang Seng turun 0,98%, Nikkei melemah 1,16%, dan Shanghai turun 0,82%.
Di dalam negeri, IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya tercatat turun 3,05% ke level 7.137,21. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp 117,2 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 221,5 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 104,3 miliar di pasar negosiasi.
Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham BMRI sebesar Rp 470,3 miliar, disusul BBNI Rp 178,2 miliar, dan BBRI Rp 133,6 miliar. Adapun pembelian bersih asing terbesar tercatat pada AADI Rp 104,9 miliar, ENRG Rp 70,4 miliar, dan BIPI Rp 69,7 miliar.
Samuel juga mencatat saham dengan pergerakan terbesar adalah SMMA, ADMR, dan AADI, sedangkan saham dengan pergerakan lebih kecil antara lain DSSA, AMMN, dan DCII.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, KOSPI tercatat dibuka menguat 0,37%, sementara Nikkei dibuka melemah 0,26%. Dengan latar tersebut, IHSG diperkirakan melanjutkan tekanan di tengah sentimen negatif dari pasar global dan regional.