BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah, Pasar Pantau Eskalasi Konflik Iran dengan Israel-AS

IHSG Dibuka Melemah, Pasar Pantau Eskalasi Konflik Iran dengan Israel-AS

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak melemah, sejalan dengan penurunan bursa saham di kawasan Asia di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,31. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut terkoreksi 2,99 poin atau 0,36 persen ke posisi 834,90.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebut pelaku pasar memasuki pekan ini dengan risiko geopolitik sebagai pendorong utama. Kiwoom Research menyarankan investor mengurangi posisi portofolio dan memperbanyak sikap menunggu (wait and see) untuk sementara waktu.

Menurut Liza, energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko berpotensi menghadapi volatilitas tinggi pada pembukaan pasar Senin ini hingga setidaknya sepekan ke depan.

Ia menambahkan, perhatian investor tertuju pada durasi konflik dan tingkat eskalasinya, stabilitas Selat Hormuz, serta arah harga minyak di atas 90–100 dolar AS per barel.

Di sisi lain, Liza menilai pengalaman pasar pada Perang Rusia dan Ukraina pada 2022 menunjukkan bahwa pasar Indonesia yang bertumpu pada komoditas berpeluang diuntungkan ketika harga komoditas global meningkat.

Dari kawasan Asia, bursa sejumlah negara tercatat melemah. Bursa Kuwait dilaporkan sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya pada Senin dan Selasa menyusul serangan Iran.

Dari Eropa, Uni Eropa menyerukan “maximum restraint”, perlindungan warga sipil, penghormatan penuh terhadap hukum internasional, serta pencegahan eskalasi yang dapat mengganggu Selat Hormuz dan memicu dampak ekonomi global. Meski demikian, di internal blok disebut terdapat perbedaan pandangan dan pengaruh Eropa terhadap konflik dinilai terbatas.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi periode Februari 2026 serta neraca perdagangan Januari 2026. Surplus diperkirakan meningkat menjadi 2,76 miliar, dengan indikasi pertumbuhan impor dan ekspor.

Di Wall Street, bursa AS kompak melemah pada perdagangan Jumat (27/02). Indeks Dow Jones turun 1,05 persen ke 48.977,92, indeks S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke 6.878,88, dan indeks Nasdaq melemah 0,92 persen ke 22.668,21.

Sementara itu, pada perdagangan pagi di Asia, indeks Nikkei turun 908,90 poin atau 1,54 persen ke 57.941,39, indeks Shanghai melemah 19,35 poin atau 0,47 persen ke 4.143,52, indeks Hang Seng turun 698,67 poin atau 2,62 persen ke 25.931,85, indeks Kuala Lumpur melemah 15,02 poin atau 0,87 persen ke 1.701,59, dan indeks Strait Times turun 101,54 poin atau 2,03 persen ke 4.893,52.