BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah ke 7.084, Berlawanan Arah dengan Mayoritas Bursa Asia

IHSG Dibuka Melemah ke 7.084, Berlawanan Arah dengan Mayoritas Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (25/3/2026) di zona merah. Pada pembukaan, IHSG turun 0,31% ke level 7.084.

Pada awal sesi, tercatat 224 saham menguat, 142 saham melemah, dan 327 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 1,23 triliun dengan volume 2,40 miliar saham dalam 73.090 kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 12.549 triliun.

Sesaat setelah pasar dibuka, pelemahan IHSG sempat bertambah dalam hingga terkoreksi 0,66%, sebelum perlahan memangkas penurunan.

Perdagangan hari ini menjadi yang pertama bagi IHSG setelah libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Pelaku pasar juga kembali mencermati pergerakan IHSG selama Ramadan tahun ini yang disebut tidak berjalan baik bagi sebagian investor.

Meski pekan ini lebih singkat karena bursa hanya dibuka selama tiga hari hingga Jumat, investor tetap menyoroti sejumlah agenda penting global dan domestik. Di antaranya perkembangan uang beredar, data consumer sentiment Amerika Serikat, rilis harga impor dan ekspor AS, serta klaim pengangguran awal AS yang dapat memberi gambaran terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja di negara tersebut.

Rangkaian sentimen tersebut diperkirakan berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan pasar, termasuk saham, nilai tukar rupiah, dan harga komoditas sepanjang pekan ini.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia-Pasifik justru dibuka menguat pada Rabu. Sentimen pasar didorong komentar Presiden AS Donald Trump yang mengarah pada potensi pembicaraan dengan Iran, meski Teheran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington.

Dalam pernyataannya di Ruang Oval pada Selasa, Trump mengatakan AS dan Iran “sedang dalam negosiasi saat ini” dan mengisyaratkan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian. Ia juga menyebut telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan infrastruktur energi Iran “berdasarkan fakta bahwa kita sedang bernegosiasi.”

Di kawasan Asia, indeks S&P/ASX 200 Australia naik lebih dari 1,4% pada perdagangan awal. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,5% dan Topix naik 2,4%. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,5%, sementara Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,6%.

Untuk Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng berada di level 24.972, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.063,71.

Di pasar komoditas, harga minyak turun pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,92% menjadi US$88,73 per barel.

Dari Amerika Serikat, kontrak berjangka saham menguat pada Selasa malam. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,7% dan 0,8%, sementara kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 318 poin atau 0,7%.

Penguatan kontrak berjangka terjadi setelah S&P 500 melemah, mengembalikan sebagian kenaikan tajam pada sesi sebelumnya. Dalam penutupan terakhir, indeks pasar secara luas turun 0,37% ke 6.556,37. Dow Jones Industrial Average turun 84,41 poin atau 0,18% ke 46.124,06, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,84% ke 21.761,89.