Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Senin (16/3/2026) di zona merah, meski Presiden Prabowo Subiyanto menegaskan pemerintah tidak akan melanggar batas defisit fiskal. Pergerakan ini mencerminkan kecenderungan pasar yang masih mencermati dampak riil dari meningkatnya tensi geopolitik.
Pada pukul 09.01, IHSG turun 21,76 poin atau 0,30% ke level 7.115. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 820 juta saham dengan nilai transaksi Rp413 miliar dan frekuensi 65.581 kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 170 saham menguat, 281 saham melemah, dan 213 saham bergerak stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan pasar masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global.