Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Pelemahan terjadi di tengah sentimen negatif dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah pecahnya perang AS–Iran, yang memicu lonjakan harga minyak dan dikhawatirkan mendorong inflasi global.
Di Indonesia, IHSG berakhir di level 7.939,76 atau turun 0,96% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Tekanan jual terlihat pada sejumlah sektor, terutama saham barang baku, transportasi, dan konsumen non primer yang masing-masing turun hingga 3,85%, 2,09%, dan 1,05%.
Penurunan juga terjadi pada sektor properti dan infrastruktur yang sama-sama terdepresiasi 0,86%.
Sejumlah saham mencatat koreksi tajam dan masuk daftar top losers, di antaranya PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Indospring Tbk (INDS), yang masing-masing anjlok 14,8%.
Di kawasan Asia, tekanan paling dalam tercatat di Korea Selatan. Indeks KOSPI memimpin pelemahan dengan penurunan 7,24%, disusul KOSDAQ yang turun 4,62%. Sejumlah indeks lain juga melemah, termasuk Shenzhen Comp. (China) 3,24%, TOPIX (Jepang) 3,24%, NIKKEI 225 (Tokyo) 3,06%, TW Weighted Index (Taiwan) 2,2%, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) 1,79%, CSI 300 (China) 1,54%, Shanghai Composite (China) 1,43%, serta Hang Seng (Hong Kong) 1,12%.
Pelemahan serentak di pasar saham Asia mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap dampak lanjutan konflik, terutama melalui jalur harga energi dan potensi tekanan inflasi di berbagai negara.

