BERITA TERKINI
IHSG Berpeluang Rebound Usai Libur Panjang Lebaran 2026, Namun Masih Konsolidasi

IHSG Berpeluang Rebound Usai Libur Panjang Lebaran 2026, Namun Masih Konsolidasi

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, setelah libur panjang Nyepi dan Idulfitri.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG secara historis cenderung mengalami technical rebound setelah libur panjang. Menurut dia, pola tersebut biasanya dipicu aksi profit taking dan sikap wait and see investor menjelang libur, yang kemudian diikuti kembalinya aliran dana ketika aktivitas perdagangan kembali normal.

“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi bergerak menguat pada awal pembukaan pasca libur, namun penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji area resistance di kisaran 7.150–7.200,” ujar Hendra dalam keterangannya, dikutip 25 Maret 2026.

Meski demikian, Hendra mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati berbagai risiko eksternal. Ia menyebut, IHSG dapat kembali tertekan apabila tensi geopolitik memanas, terjadi lonjakan harga energi, atau kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi lebih ketat dari ekspektasi pasar.

Dalam skenario tersebut, IHSG berpotensi menguji area support psikologis di level 7.000. Level ini dinilai menjadi titik kunci agar tren IHSG tetap berada dalam fase konsolidasi yang sehat.

Pergerakan pasar pada pekan ini juga diperkirakan merespons perkembangan global yang terjadi selama libur panjang, termasuk dinamika harga komoditas seperti emas dan energi. Hendra menilai penurunan harga emas kerap mengindikasikan kekhawatiran pasar mulai mereda dan investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham, sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Namun, ia menambahkan pasar domestik kemungkinan belum bergerak agresif karena investor masih menunggu perkembangan lanjutan, terutama terkait arah suku bunga The Fed dan stabilitas geopolitik.