BERITA TERKINI
IHSG Anjlok 2,65% ke 8.016,83 di Tengah Perang AS-Iran, Sektor Energi Menguat

IHSG Anjlok 2,65% ke 8.016,83 di Tengah Perang AS-Iran, Sektor Energi Menguat

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 2,65% atau 218,65 poin ke level 8.016,83 pada perdagangan Senin (2/3). Pelemahan ini menghapus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp318 triliun.

Nilai transaksi di pasar saham tercatat mencapai Rp29,84 triliun, termasuk Rp1,14 triliun transaksi di pasar negosiasi. Frekuensi perdagangan mencapai 3,65 juta kali.

Mayoritas indeks sektoral melemah sejak pembukaan. Penurunan terdalam terjadi pada sektor konsumer siklikal yang turun 4,13%. Di sisi lain, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang menguat.

Sejumlah saham energi berkapitalisasi besar terpantau naik lebih dari 15%. Di antaranya PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 25%, PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 17,65%, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 15,65%, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) menguat 15,53%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan pasar saham sejalan dengan perubahan sikap investor yang cenderung menghindari aset berisiko. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang AS dan Iran dinilai berpotensi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan mendorong kenaikan suku bunga.

Meski demikian, Phintraco menilai IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih berada di atas MA200 yang menjadi batas tren jangka panjang.

Di kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham juga melemah. SET Thailand turun 4,04%, PSEi Filipina turun 2,79%, dan Hang Seng turun 2,14%.