Direktur Utama PT Indonesia Air Transport (IAT) Adi Tri Wibowo memastikan seluruh korban pesawat ATR tipe 42-500 dengan nomor register PK-THT akan menerima hak asuransi setelah pesawat tersebut mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Pernyataan itu disampaikan Adi kepada wartawan usai konferensi pers penutupan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, kawasan Bandara Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat malam. Ia mengatakan pihak asuransi akan menyelesaikan pemenuhan hak tersebut, termasuk asuransi jiwa.
Namun, Adi enggan membeberkan besaran nilai asuransi yang akan diterima keluarga dari 10 korban. Menurut dia, perusahaan tetap akan memberikan hak asuransi kepada para korban.
Adi juga menyatakan perusahaan akan melakukan evaluasi ketat menyusul peristiwa tersebut. Ia menegaskan investigasi internal dilakukan dan program berikutnya akan memberi perhatian pada aspek keselamatan jiwa.
Terkait dugaan pesawat mengalami kerusakan sebelum penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Adi membantah. Ia menyebut persoalan yang terjadi pada Kamis (15/1) telah dapat diatasi pada Jumat (16/1), dan pesawat dinyatakan laik terbang serta dapat diterbangkan ke Semarang, kemudian ke Yogyakarta, hingga ke Makassar.
Menurut Adi, pesawat itu merupakan pesawat charter yang dikontrak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan misi pengawasan, pemantauan (surveillance), serta penelitian di berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut pesawat tersebut dibuat pada tahun 2000 dan IAT memiliki satu unit ATR, dengan kerja sama charter yang telah berjalan beberapa tahun dalam payung hukum kontrak.
Seiring ditutupnya operasi SAR, Adi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi. Ia menyebut 10 korban telah ditemukan dan berharap hasil identifikasi DVI dapat memastikan kecocokan data sehingga jenazah dapat diserahkan kepada keluarga. Adi juga mengatakan tiga korban telah dikirim ke pihak keluarga di Jakarta.
Selain tiga korban yang sudah diambil keluarganya, perusahaan menyatakan telah berkoordinasi dengan keluarga korban lainnya sesuai alamat masing-masing serta membantu dan mengawal hingga proses identifikasi selesai.

