PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) mengawali 2026 dengan optimisme terhadap kinerja bisnis kartu kredit. Melalui gelaran HSBC ANA Travel Fair 2026, bank ini menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit pada level double digit, melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, Lanny Hendra, mengatakan fundamental bisnis kartu kredit perusahaan tetap kuat. Menurutnya, hal itu didorong perubahan perilaku nasabah affluent yang kini menempatkan perjalanan sebagai kebutuhan utama.
“Kami melihat travel bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi mandatory lifestyle. Data kami menunjukkan adanya konsistensi peningkatan transaksi di ekosistem travel. Tahun ini, kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan double digit melalui penguatan tiga pilar utama kami, Wealth, Lifestyle, dan International,” ujar Lanny di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
HSBC menyebut optimisme tersebut ditopang temuan dalam Quality of Life Report terbaru perusahaan. Dalam laporan itu, mayoritas nasabah kelas menengah-atas disebut semakin mengalokasikan anggaran liburan sebagai bagian dari perencanaan keuangan untuk menjaga kesejahteraan mental (wellbeing).
Tren tersebut, menurut HSBC, tercermin pada kinerja tahun sebelumnya. Transaksi luar negeri kartu kredit HSBC tercatat tumbuh 10% secara tahunan (year-on-year) pada kategori travel.
Pertumbuhan itu menjadi dasar bagi HSBC untuk memasang target yang lebih agresif pada 2026. Untuk mengejar pertumbuhan double digit, perusahaan menyatakan akan mempertajam proposisi nilai bagi nasabah Premier.
HSBC juga mengandalkan kemitraan jangka panjang dengan All Nippon Airways (ANA) dan Central Park Mall. Dengan load factor maskapai yang disebut terjaga di level 90% untuk rute internasional, HSBC memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong volume transaksi sejak awal tahun melalui periode pre-sale yang eksklusif bagi nasabah Premier.
“Kami tidak hanya berperan sebagai bank, tapi sebagai mitra gaya hidup. Dengan mengintegrasikan kebutuhan gaya hidup internasional nasabah ke dalam produk kartu kredit, kami yakin target double digit,” kata Lanny.

