BERITA TERKINI
Hipmi Bentuk Hipmi Running Club, Garap Peluang Usaha dari Tren Lari

Hipmi Bentuk Hipmi Running Club, Garap Peluang Usaha dari Tren Lari

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mulai menggarap industri olahraga secara lebih serius dengan meluncurkan Hipmi Running Club (HRC) sebagai Badan Semi Otonom (Basnom) baru. Inisiatif ini diproyeksikan membuka peluang ekonomi sekaligus memperluas jejaring usaha melalui tren lari yang kian berkembang, terutama di kalangan anak muda.

Ketua Basnom HRC Darwanto Darwis menyampaikan bahwa pembentukan HRC tidak sekadar menghadirkan komunitas lari, tetapi menjadi pintu masuk bagi anggota Hipmi untuk terlibat dalam ekosistem sport-preneurship. Menurutnya, skala industri olahraga dinilai besar dan dapat menjadi ruang baru bagi pengusaha muda.

“Industri olahraga itu luar biasa besar. Basnom HRC membuka jalan pengusaha muda masuk ke sektor ini,” ujar Darwanto dalam rilisnya, Selasa (2/12/2025).

Program perdana yang disiapkan adalah “The 7th Series HRC” yang direncanakan digelar di tujuh kota besar: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Medan, dan Makassar. Darwanto menyebut tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari di kota-kota tersebut menjadi dasar ekspansi awal.

“Melihat antusiasme masyarakat di Jakarta luar biasa, maka program pertama dari Hipmi Running Club adalah The 7th Series HRC yang rencana akan dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia,” kata Darwanto.

Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari menilai HRC juga merupakan bagian dari transformasi pola pikir di kalangan pengusaha muda. Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai fondasi produktivitas.

“Basnom HRC dibentuk untuk menanamkan budaya hidup sehat di kalangan pengusaha muda. Kita ingin anggota Hipmi bukan hanya sukses di bisnis, tapi juga sehat, kaya raya, dan bahagia—SKRB mindset. Pengusaha kuat lahir dari tubuh yang kuat,” ujarnya.

Akbar menambahkan, aktivitas lari dinilai dapat memperkuat relasi dan kerja sama usaha secara lebih natural karena berlangsung tanpa suasana formal. “Running membuat networking jauh lebih cair. Banyak kerja sama bisnis tercipta saat kita olahraga bersama, tanpa meja, tanpa formalitas,” katanya.

Untuk memperkuat komunitas, HRC menyiapkan berbagai agenda seperti weekly run, coaching clinic, hingga wellness talk. Program tersebut dirancang agar relevan bagi pengusaha muda yang ingin menggabungkan produktivitas dengan gaya hidup sehat. HRC juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas lari serta brand olahraga nasional dan global.

“Semakin banyak anak muda dari berbagai kalangan bergabung di Hipmi lewat minat sehat, semakin kuat ekosistem kita,” ujar Akbar.

Hipmi menyatakan HRC terbuka tidak hanya untuk anggota Hipmi, tetapi juga masyarakat luas yang aktif dan berminat pada dunia lari. Dalam pengembangannya, Darwanto menyebut HRC akan memanfaatkan jaringan Hipmi yang memiliki 38 BPD dan 387 BPC di seluruh Indonesia.

Sejumlah kerja sama juga tengah dijajaki dengan berbagai pihak. “Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan Menpora, PPK GBK, PPK Kemayoran, federasi lari, dan race organizer besar. Dan kami berkolaborasi dengan brand sports global seperti Erspo,” ujarnya.

Melalui HRC, Hipmi berharap partisipasi masyarakat dalam olahraga meningkat sekaligus menghadirkan peluang usaha baru. “Sehat itu keharusan, dan kaya raya ditambah bahagia menjadi tujuan bagi teman-teman HRC. Sehatnya dapat, networking-nya dapat, peluang bisnisnya juga jalan,” tutup Darwanto.