BERITA TERKINI
Harga Tembaga Sentuh Level Terendah Tiga Bulan, Pasar Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi Global

Harga Tembaga Sentuh Level Terendah Tiga Bulan, Pasar Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi Global

Harga tembaga melemah dan sempat menyentuh level terendah dalam tiga bulan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global. Tekanan datang dari naiknya harga energi akibat konflik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lama.

Di London Metal Exchange (LME), harga tembaga pada perdagangan awal 23 Maret sempat turun hingga 1,8%—penurunan paling tajam sejak April 2025—sebelum kemudian pulih. Pada pukul 10.00 di pasar Asia, harga tembaga LME tercatat turun 0,7% menjadi US$11.840 per ton. Sepanjang pekan lalu, tembaga telah merosot 6,7%.

Penurunan juga terlihat di Bursa Berjangka Shanghai (SHFE). Harga tembaga turun 2% menjadi 92.930 yuan per ton, setara sekitar US$13.448. Sejumlah logam dasar lain ikut melemah, termasuk aluminium yang turun 0,4% menjadi US$3.201,50 per ton.

Konflik di Timur Tengah yang memasuki minggu keempat tanpa tanda-tanda mereda dinilai turut memperburuk sentimen pasar. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan gas, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan pertumbuhan ekonomi. Sejumlah analis menilai gelombang inflasi baru dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan, yang pada akhirnya berpotensi menekan permintaan logam industri.

Analis senior Zhejiang Hailiang Company, Yan Yuhao, menyampaikan pandangannya bahwa harga tembaga kemungkinan belum mencapai titik terendah karena pasar masih mencerminkan kekhawatiran resesi dan tekanan inflasi yang berlanjut.

Meski demikian, permintaan di China—konsumen tembaga terbesar dunia—dinilai masih cukup tangguh. Penurunan harga tembaga di SHFE hingga di bawah 100.000 yuan per ton disebut memicu lonjakan pembelian dari produsen di China. Yan memperkirakan pesanan akan tetap stabil hingga bulan depan, sehingga pergerakan harga tembaga di China dinilai lebih positif dibandingkan di LME.