Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) dengan menyentuh Rp3 juta per gram pada Rabu, 22 Januari 2026. Kenaikan ini dinilai mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, mengatakan emas selama ini dipandang bukan sekadar komoditas, melainkan penyimpan nilai yang dipercaya lintas generasi dan berbagai siklus ekonomi. Menurutnya, karakter emas yang cenderung menguat saat stabilitas global terancam membuatnya kembali menonjol sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Gundy menilai prospek emas ke depan masih memiliki pondasi yang kuat, meski tetap berpotensi mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Ia juga menyebut emas kini kian diposisikan sebagai “insurance asset” untuk menjaga daya beli dan membantu menstabilkan portofolio, bukan semata instrumen spekulasi jangka pendek.
Di tengah lonjakan harga, Gundy mengimbau masyarakat agar tetap bijak dan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi karena dorongan Fear of Missing Out (FOMO). Ia menekankan pentingnya edukasi agar pembelian emas dilakukan berdasarkan pemahaman, bukan emosi, serta diarahkan untuk tujuan perlindungan nilai.
Sementara itu, mengutip laman Logammulia.com, harga emas Antam pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026 berada di level Rp2.880.000 per gram, naik Rp90.000 dan mendekati Rp2,9 juta. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas Antam sempat turun Rp15.000.

