JAKARTA — Dana lindung nilai (hedge fund) meningkatkan posisi short pada saham Amerika Serikat dan pasar emerging Asia dalam sepekan terakhir, sembari menambah eksposur pada saham Eropa. Catatan Goldman Sachs yang dilihat Reuters menunjukkan pergeseran strategi tersebut terjadi di tengah tekanan di pasar global.
Menurut Reuters, aksi jual saham global mencapai level tertinggi sejak April 2025. Investor spekulatif juga tercatat membukukan posisi short selama lima pekan berturut-turut.
Pasar saham global melemah untuk pekan ketiga, sementara imbal hasil obligasi naik. Tekanan pasar disebut berasal dari kekhawatiran perang Iran yang menjaga harga minyak tetap tinggi dan memicu inflasi.
Di pasar ekuitas, produk berbasis indeks seperti ETF dan saham individual mencatat penjualan bersih. Mayoritas sektor mengalami tekanan jual, terutama konsumsi non-primer, teknologi, dan keuangan.
Di sisi lain, sektor kebutuhan pokok dan energi tetap menarik minat beli. Hedge fund mempertahankan posisi long di dua sektor tersebut seiring prospek kenaikan harga.
Untuk kawasan Asia emerging, hedge fund dilaporkan menutup sebagian posisi long dan menambah posisi short.
Dari sisi kinerja, manajer saham aktif naik 0,47% pada periode 13–19 Maret, didorong posisi long yang menghasilkan. Namun, kinerja sepanjang Maret masih turun 3,85%, dengan kenaikan tipis 0,16% sejak awal tahun.
Sementara itu, trader sistematis mencatat keuntungan dari strategi short dan membukukan kenaikan lebih dari 6% secara year-to-date.
Pada penutupan perdagangan Senin (23/3), pergerakan pasar saham global terlihat kontras. Di Asia, tekanan jual cukup dalam, dengan indeks utama seperti Nikkei Jepang turun sekitar 3,5% dan Hang Seng Hong Kong melemah lebih dari 3% di tengah kekhawatiran konflik Timur Tengah dan lonjakan harga energi.
Berbeda dengan Asia, pasar Amerika Serikat menguat tajam. Indeks Dow Jones melonjak sekitar 1,4%, S&P 500 naik sekitar 1,1%, dan Nasdaq menguat sekitar 1,4% setelah meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak yang mendorong minat risiko investor.