NEW YORK — Galaxy Digital Inc. (NASDAQ: GLXY) (TSX: GLXY) mengumumkan dewan direksinya menyetujui penghapusan pencatatan sukarela (delisting) saham biasa Kelas A perusahaan dari Toronto Stock Exchange (TSX).
Delisting tersebut diperkirakan efektif pada penutupan pasar 19 Maret 2026. Setelah itu, saham biasa Kelas A Galaxy akan tetap diperdagangkan di Nasdaq Stock Market dengan simbol “GLXY”.
Perusahaan menyatakan keputusan mempertahankan pencatatan hanya di Nasdaq dinilai lebih efisien. Alasannya, mayoritas volume perdagangan harian rata-rata saham Galaxy terjadi di Nasdaq atau pasar AS lainnya. Dewan juga mempertimbangkan biaya tambahan serta persyaratan administratif yang terkait dengan pencatatan di TSX.
Galaxy menyebutkan delisting tidak memerlukan persetujuan pemegang saham karena perusahaan masih memiliki pasar alternatif, yakni Nasdaq.
Seiring rencana tersebut, program pembelian kembali saham normal (normal course issuer bid) untuk saham biasa Kelas A melalui fasilitas TSX dan Alternative Canadian Trading Systems akan berakhir pada 19 Maret 2026. Namun, perusahaan menyatakan pembelian kembali saham melalui Nasdaq dapat berlanjut sesuai ketentuan hukum sekuritas yang berlaku, dengan batas tidak melebihi 5% dari saham biasa Kelas A yang beredar pada waktu tertentu atau dalam periode 12 bulan.
Dalam perdagangan terbaru yang disebutkan, saham berada di level US$21,72, turun sekitar 54% dari tertinggi 52 minggu di US$47,07. Data InvestingPro juga mencatat Galaxy membukukan imbal hasil 43% selama setahun terakhir, meski saham turun 3,4% sejak awal tahun (year-to-date).
Galaxy juga menyatakan akan tetap menjadi penerbit pelaporan (reporting issuer) di Kanada dan terus memberikan pengungkapan sesuai hukum sekuritas Kanada. Perusahaan menambahkan, banyak broker Kanada—termasuk broker diskon dan online—dapat memperdagangkan sekuritas yang tercatat di Nasdaq. Pemegang saham yang menyimpan saham melalui akun broker Kanada disarankan menghubungi broker masing-masing terkait mekanisme perdagangan di Nasdaq.
Galaxy Digital beroperasi di bidang aset digital dan infrastruktur pusat data, berkantor pusat di New York City, serta memiliki kantor di berbagai wilayah Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

