BERITA TERKINI
ESDM Masih Evaluasi RKAB Nikel 2026, Target Produksi Berpotensi Dipangkas

ESDM Masih Evaluasi RKAB Nikel 2026, Target Produksi Berpotensi Dipangkas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan proses evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan nikel untuk tahun 2026 masih berlangsung. Evaluasi tersebut dilakukan seiring penggunaan aplikasi baru dalam proses pengajuan dan penilaian RKAB.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan secara umum proses berjalan baik. Ia menegaskan penggunaan aplikasi baru tidak semestinya dianggap mengganggu proses persetujuan RKAB.

Di sisi lain, Tri menyampaikan pemerintah berencana menurunkan target produksi nikel dalam RKAB 2026 menjadi sekitar 250–260 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan target produksi dalam RKAB 2025 yang sebesar 379 juta ton.

Menurut Tri, penyesuaian kuota produksi dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan dari pabrik pengolahan atau smelter yang beroperasi di dalam negeri. Target produksi akan diselaraskan dengan kapasitas produksi smelter.

Tri juga mengakui pemangkasan produksi nikel menjadi salah satu strategi untuk mendorong kenaikan harga. Ia menyebut setelah rencana tersebut akan diterapkan, harga nikel di pasar global sempat menembus US$ 18.000 per ton.