Emas batangan belakangan semakin sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini menandakan adanya kelangkaan emas fisik yang membuat sebagian masyarakat kesulitan berinvestasi emas secara konvensional.
Kelangkaan tersebut disebut dipicu sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan produksi emas baru, hambatan distribusi, hingga meningkatnya permintaan di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global yang tidak stabil.
Di tengah situasi itu, sebagian investor mulai melirik emas digital sebagai alternatif. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah Tabungan Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Meski transaksi dilakukan secara digital, emas yang dibeli disebut tetap dijamin keberadaan fisiknya dan dikelola oleh Pegadaian.
Emas digital dinilai menawarkan kemudahan dibanding emas fisik yang memerlukan penyimpanan serta bergantung pada ketersediaan stok. Transaksi beli dan jual dapat dilakukan secara daring tanpa kendala distribusi.
Sejumlah keuntungan yang kerap dikaitkan dengan investasi emas digital antara lain membantu diversifikasi portofolio untuk menyeimbangkan risiko fluktuasi aset lain, serta berperan sebagai aset lindung nilai ketika kondisi ekonomi tidak stabil.
Dari sisi akses, transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi. Likuiditasnya juga disebut tinggi karena emas digital dapat dibeli dan dijual dengan proses pencairan yang cepat, serta bisa dikonversi menjadi emas fisik jika diperlukan.
Selain itu, harga beli dinilai lebih kompetitif karena tidak ada biaya cetak atau penyimpanan seperti pada emas fisik. Biaya penyimpanan juga disebut lebih rendah karena penyimpanan berbasis digital, tanpa kebutuhan brankas atau biaya keamanan tambahan.
Dalam aspek keamanan, aktivitas perdagangan emas digital disebut berada dalam pengawasan BAPPEBTI dan Kementerian Perdagangan.
Bagi masyarakat yang ingin mulai menabung emas, Tabungan Emas di Tring! by Pegadaian juga menyediakan fitur Simulasi Tabungan Emas untuk memperkirakan biaya dan jumlah emas yang bisa dibeli.

