BERITA TERKINI
Ekonomi Paser Menguat pada 2025, Sektor Sekunder dan Tersier Tumbuh di Atas 9 Persen

Ekonomi Paser Menguat pada 2025, Sektor Sekunder dan Tersier Tumbuh di Atas 9 Persen

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser menunjukkan tren positif pada 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser mencatat, sektor sekunder dan tersier menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, menyebut pertumbuhan ekonomi sektor sekunder mencapai 9,41 persen, sementara sektor tersier tumbuh 10,05 persen. Menurutnya, capaian itu mencerminkan adanya peningkatan kegiatan pembangunan pada triwulan II 2025 dibandingkan triwulan II 2024.

Bayu juga menilai posisi Kabupaten Paser yang menjadi pintu masuk Provinsi Kalimantan Timur dari arah selatan membuat wilayah ini strategis dalam perekonomian kewilayahan. Ia mengatakan, geliat pembangunan di Paser menunjukkan arah yang semakin baik.

Meski demikian, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar dalam perekonomian Paser. Berdasarkan distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2024, sektor ini menyumbang 60,63 persen.

Bayu menambahkan, kontribusi sektor-sektor lain juga menunjukkan perbaikan. Distribusi PDRB di luar sektor pertambangan dan penggalian meningkat dari 33 persen pada 2023 menjadi 39,37 persen pada 2024.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, termasuk berbagai penyelenggaraan kegiatan di tingkat regional, nasional, maupun internasional turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser, Kurniawan, menyoroti dampak penyelenggaraan event olahraga terhadap tingkat hunian hotel. Ia mencontohkan pada malam pembukaan turnamen bulu tangkis, dari 652 kamar yang tersedia, terjual 410 kamar dengan estimasi pendapatan hotel sebesar Rp112 juta.

Sementara pada ajang Road Race yang digelar pekan sebelumnya, Kurniawan menyebut pendapatan hotel selama tiga malam mencapai Rp327 juta. Ia menyatakan, hasil tersebut turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui porsi 10 persen, yakni Rp32,7 juta, yang masuk ke kas daerah.