Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Di pasar spot, rupiah tercatat menguat 0,45% secara harian ke level Rp 16.820 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,38% ke Rp 16.838 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penguatan rupiah pada Jumat ditopang oleh membaiknya sentimen pasar setelah rencana tarif terkait Greenland dibatalkan. Kondisi tersebut mendorong sentimen risk-on di pasar keuangan dan turut tercermin pada penguatan mata uang Asia.
Josua menjelaskan, sepanjang pekan pergerakan rupiah cenderung dinamis. Pada awal pekan, rupiah sempat melemah hingga Rp 16.950 per dolar AS, yang disebut sebagai level terlemah sepanjang sejarah, seiring kekhawatiran investor mengenai independensi BI dan pelebaran defisit APBN. Selain itu, tekanan juga datang dari sentimen risk-off akibat ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa.
Menurut Josua, sejumlah sentimen tersebut mulai mereda setelah pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI serta penarikan kebijakan tarif oleh Donald Trump. Pasar juga menanti pengumuman rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Januari 2026.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan penguatan rupiah pada penutupan perdagangan Jumat turut didukung melunaknya sikap Trump terkait Greenland serta pernyataan komitmen BI untuk melakukan intervensi.
Meski demikian, Lukman menilai rupiah belum sepenuhnya terbebas dari tekanan. Ia menyoroti ketidakpastian geopolitik seputar Greenland yang masih berlanjut, serta kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi menembus 3%.
Dengan minimnya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri, Lukman memperkirakan perkembangan geopolitik selama akhir pekan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah rupiah pada Senin (26/1/2026). Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.800–Rp 16.900 per dolar AS. Sementara Josua memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp 16.775–Rp 16.925 per dolar AS.

