BERITA TERKINI
Derek Konstruksi Roboh Timpa Kereta Penumpang di Nakhon Ratchasima Thailand, Korban Tewas Capai 28 Orang

Derek Konstruksi Roboh Timpa Kereta Penumpang di Nakhon Ratchasima Thailand, Korban Tewas Capai 28 Orang

Sebuah derek konstruksi berukuran besar roboh dan menimpa kereta penumpang yang sedang melaju di Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (14/01). Hingga berita ini ditayangkan, jumlah korban tewas dilaporkan terus bertambah dan telah mencapai sedikitnya 28 orang.

Kereta tersebut mengangkut 195 penumpang. Sedikitnya 80 orang dilaporkan terluka, dengan rentang usia korban dari bayi satu tahun hingga lansia berusia 85 tahun.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat, di lokasi yang berjarak sekitar 230 kilometer dari Bangkok. Kereta diketahui berangkat dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani.

Menurut laporan media lokal The Nation, sesaat sebelum insiden, derek tengah mengangkat segmen beton berukuran besar. Beban tersebut kemudian jatuh ke arah kereta, menyebabkan sejumlah gerbong tergelincir. Dua gerbong pertama dilaporkan mengalami kerusakan paling parah akibat tertabrak segmen beton, sementara gerbong ketiga dan keempat rusak dan terlepas dari rangkaian.

Runtuhnya derek juga memicu kebakaran pada kereta setelah tergelincir. Pada saat kejadian, sebagian besar penumpang disebut merupakan pelajar dan pekerja yang sedang bepergian menuju distrik lain. Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan seluruh orang telah dievakuasi dari lokasi sekitar pukul 12.00 siang.

Seorang kru kereta yang selamat, Thirasak Wongsoongnern, menceritakan detik-detik insiden kepada Thairath Online. Ia menyebut kereta melaju sekitar 120 kilometer per jam ketika derek jatuh, dan ia bersama penumpang lain terlempar ke udara. Thirasak mengatakan ia berupaya membantu penumpang setelah kejadian, namun tidak dapat masuk ke salah satu gerbong karena terbakar.

Derek yang roboh itu disebut digunakan dalam proyek pembangunan jalur kereta cepat yang ditargetkan menghubungkan Provinsi Nong Khai di perbatasan Laos hingga Bangkok. Proyek ini masih berada pada fase pertama, yakni rute Bangkok–Nakhon Ratchasima, yang dimulai sejak 2017.

Menteri Perhubungan Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyatakan telah memanggil pimpinan perusahaan kereta untuk meminta penyelidikan menyeluruh guna mengetahui penyebab kecelakaan. Ia juga mengatakan pejabat terkait tengah memverifikasi identitas penumpang dan akan terus memantau kondisi para korban.

Phiphat menyebut keluarga korban meninggal akan menerima kompensasi dari pemerintah, dengan ketentuan korban berstatus pekerja kereta api.

Terkait proyek kereta cepat, sebagian besar pendanaan disebut berasal dari pembiayaan pemerintah Thailand, sementara teknologi dan sarana perkeretaapian direncanakan menggunakan dukungan dari China. Proyek gabungan Thailand–China ini sebelumnya sempat diusulkan namun gagal, setelah Thailand menilai pihak China “menginginkan terlalu banyak hal”, termasuk hak pengembangan properti di dekat jalur rel.

Di sisi lain, China memandang jalur tersebut sebagai cara untuk menghubungkan Yunnan dengan Teluk Thailand. Proyek kereta cepat ini juga dilaporkan mengalami penundaan berulang kali.

Insiden terbaru ini menambah daftar kecelakaan konstruksi di Thailand. Sejumlah pakar menilai peristiwa serupa berulang karena regulasi dan penegakan aturan yang lemah. Pada 2023, kereta barang bertabrakan dengan truk pikap yang menyeberangi rel di bagian timur Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai empat lainnya. Pada 2024, lokasi konstruksi gedung tinggi di Bangkok dilaporkan runtuh setelah gempa bumi, menewaskan lebih dari 100 orang.

Studi Dana Kompensasi Pekerja pada 2022 juga mencatat lebih dari 4.500 pekerja tewas atau terluka dalam kecelakaan konstruksi sepanjang 2021.