Deretan perempuan terkaya dunia pada 2026 tidak hanya identik dengan kemewahan, tetapi juga menunjukkan peran besar dalam perekonomian global. Mereka mengendalikan kepemilikan saham strategis di berbagai sektor, mulai dari ritel, kosmetik, energi, hingga pertambangan.
Sejumlah nama dalam daftar ini mewarisi kerajaan bisnis keluarga, namun banyak pula yang kemudian mengembangkan dan memperluas usaha melalui inovasi serta ekspansi. Beberapa di antaranya juga aktif dalam kegiatan filantropi, seni, hingga dukungan terhadap riset sains dan teknologi.
Daftar berikut merujuk pada Forbes Real-Time Billionaires per 27 Februari 2026.
Peran strategis perempuan di ekonomi global
Kontribusi perempuan dalam ekonomi global terus menjadi sorotan. Riset McKinsey Global Institute menyebut partisipasi perempuan yang lebih setara berpotensi menambah hingga USD28 triliun terhadap PDB global. Sementara itu, laporan OMFIF menyatakan organisasi dengan representasi perempuan lebih tinggi di posisi kepemimpinan memiliki peluang 39% lebih besar untuk mencatat kinerja finansial yang lebih baik.
Meski demikian, data International Labour Organization (ILO) menunjukkan hanya sekitar 6–9% CEO global adalah perempuan. Sekitar 27% kursi dewan perusahaan diisi perempuan, angka yang dinilai masih relatif rendah dibandingkan total tenaga kerja.
10 perempuan terkaya di dunia 2026
1. Alice Walton – USD101 miliar
Putri pendiri Walmart, Sam Walton, ini menjadi perempuan terkaya dunia pada 2026. Kenaikan nilai sahamnya sekitar 40% dan kepemilikan 11% di Walmart mengantarkannya ke posisi puncak.
2. Francoise Bettencourt Meyers – USD81,6 miliar
Cucu pendiri L'Oréal ini turun ke posisi kedua setelah lima tahun memimpin daftar. Keluarganya menguasai 35% saham perusahaan kosmetik global tersebut. Ia juga menjabat sebagai chairwoman di Tethys.
3. Julia Koch – USD74,2 miliar
Julia Koch mewarisi 42% saham Koch Industries setelah wafatnya David Koch. Ia mengawasi salah satu perusahaan swasta terbesar di Amerika Serikat yang bergerak di energi, bahan kimia, hingga teknologi medis.
4. Jacqueline Mars – USD42,6 miliar
Pemilik sepertiga saham Mars Inc. ini berada di balik merek seperti M&M’s, Snickers, dan Skittles. Mars disebut terus berekspansi ke makanan sehat dan produk hewan peliharaan.
5. Savitri Jindal – USD35,5 miliar
Pemimpin Jindal Group ini mengembangkan bisnis baja, energi, dan infrastruktur setelah wafatnya OP Jindal.
6. Abigail Johnson – USD32,7 miliar
Sebagai CEO Fidelity Investments, Abigail Johnson disebut memodernisasi perusahaan dengan fokus pada digitalisasi dan produk investasi bagi generasi milenial dan Gen Z.
7. Miriam Adelson – USD32,1 miliar
Ia mewarisi saham pengendali Las Vegas Sands Corp. yang memiliki jaringan kasino dan resor di Macau serta Singapura.
8. Marilyn Simons – USD31 miliar
Kekayaannya berasal dari kepemilikan di Renaissance Technologies. Ia juga memimpin Simons Foundation yang mendukung riset ilmiah.
9. Melinda French Gates – USD30,4 miliar
Salah satu pendiri Bill & Melinda Gates Foundation ini dikenal aktif dalam filantropi kesehatan global, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
10. Gina Rinehart – USD29,3 miliar
Pemilik Hancock Prospecting ini mengembangkan bisnis tambang bijih besi, termasuk proyek besar Roy Hill di Australia.
Daftar ini menggambarkan bagaimana kepemimpinan, inovasi, serta strategi kepemilikan dan investasi berperan dalam pembentukan kekayaan jangka panjang. Di saat yang sama, sorotan terhadap rendahnya representasi perempuan di posisi puncak korporasi global menunjukkan tantangan yang masih tersisa dalam mendorong kesetaraan di dunia kerja.

