Jakarta - Perusahaan analitik onchain CryptoQuant mencatat arus masuk bitcoin (BTC) ke bursa semakin didominasi oleh pemegang besar di tengah kondisi pasar kripto yang masih berada dalam fase bearish. Temuan ini mengindikasikan aktivitas investor besar berperan penting dalam dinamika jual-beli yang terjadi di bursa.
Dalam laporan tersebut, CryptoQuant menyebut rasio whale naik ke level 0,64, tertinggi sejak Oktober 2015. Artinya, 64% dari seluruh arus masuk bitcoin ke bursa berasal dari 10 deposit terbesar berdasarkan volume. CryptoQuant menilai kondisi ini menunjukkan investor besar mendorong aktivitas penjualan.
Seiring itu, rata-rata arus masuk bitcoin ke bursa meningkat menjadi 1,58 BTC pada Februari, yang disebut sebagai level tertinggi sejak Juni 2022.
Meski demikian, CryptoQuant menilai secara keseluruhan arus masuk bitcoin ke bursa telah kembali normal setelah lonjakan kapitulasi, sehingga tekanan penjualan langsung dinilai berkurang. Setelah bitcoin terkoreksi ke area USD 60.000 pada awal bulan, total arus masuk ke bursa sempat melonjak hingga sekitar 60.000 BTC pada 6 Februari, menjadi level harian tertinggi sejak November 2024. Sejak itu, arus masuk menurun menjadi sekitar 23.000 BTC berdasarkan rata-rata pergerakan tujuh hari, atau turun sekitar 60%.
CryptoQuant menyimpulkan penurunan tersebut mengindikasikan fase penjualan besar-besaran telah mereda, meskipun arus masuk ke bursa masih tergolong tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Di luar bitcoin, altcoin disebut masih menghadapi tekanan jual yang luas. Rata-rata jumlah deposit harian altcoin ke bursa meningkat menjadi sekitar 49.000 sepanjang 2026, naik 22% dibanding sekitar 40.000 pada kuartal IV 2025. CryptoQuant menilai tingginya deposit altcoin biasanya mendahului volatilitas yang tinggi dan mencerminkan melemahnya kepercayaan pasar di luar bitcoin.
Sementara itu, arus stablecoin juga dinilai menggambarkan menyusutnya daya beli. Arus masuk bersih harian Tether ke bursa turun tajam dari level tertinggi satu tahun sebesar USD 616 juta pada November 2025 menjadi sekitar USD 27 juta baru-baru ini. Arus bersih bahkan sempat negatif, termasuk arus keluar sebesar USD 469 juta pada 25 Januari 2026.
CryptoQuant mencatat arus stablecoin yang menurun atau negatif dapat menunjukkan berkurangnya likuiditas yang tersedia untuk membeli aset kripto. Secara keseluruhan, CryptoQuant menilai tekanan penjualan bitcoin semakin terkonsentrasi pada pemegang besar, altcoin mengalami distribusi luas, dan arus keluar stablecoin mengindikasikan berkurangnya “dana cadangan”. Kombinasi faktor tersebut disebut menyiratkan penyangga permintaan yang terbatas dan struktur pasar yang rentan terhadap volatilitas lebih lanjut selama fase bearish berlangsung.

