Bursa saham Eropa mencatat penurunan dua hari terbesar sejak April, seiring meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global.
Indeks Stoxx Europe 600 memperlebar koreksi hingga 2,9% pada pukul 09.45 waktu London. Aksi jual terjadi secara luas di berbagai sektor. Sementara itu, indeks blue-chip Euro Stoxx 50 dilaporkan turun 3,1%.
Sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama pasar. Saham HSBC Holdings Plc, Banco Santander SA, dan UniCredit SpA masing-masing merosot lebih dari 3%. Namun, analis JPMorgan Chase & Co menilai aksi jual di sektor perbankan berpotensi berlebihan, karena dampak langsung eskalasi di Timur Tengah terhadap pendapatan bank investasi global sejauh ini dinilai masih terbatas.
Di sisi lain, sektor energi cenderung lebih kuat di tengah pelemahan pasar. Kenaikan harga minyak dunia serta lonjakan harga gas alam Eropa hingga 34%—setelah penutupan pabrik ekspor LNG di Qatar—menjadi pendorong utama. Saham Equinor ASA dan BP Plc tercatat memimpin penguatan ketika indeks-indeks utama melemah.

