Bursa saham Australia ditutup melemah pada Senin (16/3/2026), tertekan oleh melemahnya harga komoditas yang membebani saham-saham pertambangan. Pelaku pasar juga cenderung lebih berhati-hati menjelang pertemuan bank sentral Australia yang diperkirakan akan diikuti kenaikan suku bunga, di tengah berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,4% dan berakhir di level 8.583,4. Aktivitas perdagangan disebut relatif sepi seiring permusuhan di kawasan Teluk memasuki minggu ketiga, dengan perhatian investor tertuju pada risiko terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah. Situasi ini berlangsung meski Amerika Serikat menyerukan pengamanan Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global.
Di sisi kebijakan moneter, sebagian besar bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun, Australia menjadi sorotan menjelang pertemuan hari Selasa, dengan 23 dari 30 ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin.
Sejumlah sektor mencatatkan penguatan. Saham sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga naik 0,4%. Commonwealth Bank of Australia menguat 1% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Saham energi juga ditutup 0,5% lebih tinggi, memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut.
CEO ETF Shares, Cliff Man, menilai premi risiko geopolitik masih berpotensi bertahan. Ia mengatakan, meskipun harga minyak dapat turun dari level saat ini apabila konflik mereda, premi risiko dapat tetap tinggi bila ketidakpastian politik di Iran berlanjut, yang pada gilirannya bisa terus menopang saham-saham energi.
Tekanan terbesar datang dari sektor pertambangan. Saham perusahaan tambang turun 2,4% dan menyentuh level terendah sejak awal Januari, seiring harga bijih besi melemah dari puncak tertinggi dua bulan. Rio Tinto turun 2% dan Fortescue merosot 3,9%.
Saham BHP melemah 1,2% dan menyentuh level terendah sejak 6 Februari. Penurunan ini terjadi meski terdapat laporan bahwa China melonggarkan sementara larangan terhadap salah satu produk bijih besinya hingga pekan depan.
Di level emiten, South32 anjlok 5,7% setelah perusahaan menyatakan telah menempatkan pabrik peleburan aluminium Mozal dalam status perawatan dan pemeliharaan. Sebaliknya, Lynas Rare Earths naik 1,4% setelah unitnya di Amerika Serikat menandatangani surat niat mengikat untuk kesepakatan pasokan oksida tanah jarang di AS.
Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,2% menjadi 13.164,58 poin. Investor menantikan rilis data produk domestik bruto (PDB) triwulanan pada Kamis untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian.