BERITA TERKINI
Bursa Saham Asia Menguat usai Kekhawatiran Gangguan Energi Global Mereda

Bursa Saham Asia Menguat usai Kekhawatiran Gangguan Energi Global Mereda

Bursa saham Asia mayoritas bergerak menguat pada perdagangan pagi Selasa (24/3/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi guncangan pasokan energi global di tengah ketegangan Timur Tengah.

Berdasarkan data TradingView per pukul 08.25 WIB, lima indeks utama Asia yang dipantau seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan terbesar tercatat pada indeks Kospi Korea Selatan yang naik 1,83% ke level 5.504,46. Hang Seng Index (HSI) menguat 1,55% ke 24.759,82, sementara indeks TSEC Taiwan naik 1,53% ke 33.184,56.

Di Jepang, Nikkei turut menguat 1,17% ke posisi 52.116,73. Adapun FBM KLCI Malaysia naik lebih terbatas, yakni 0,38% ke level 1.727,32.

Sentimen positif di pasar Asia muncul setelah investor menilai risiko gangguan pasokan energi mulai mereda. Pasar merespons kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana pengeboman terhadap jaringan listrik milik Iran, yang dinilai menurunkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas dan dampaknya terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.

Sebelumnya, pasar global sempat bergerak fluktuatif pada awal pekan. Trump memperpanjang tenggat ultimatum yang sebelumnya diberikan pada Sabtu. Iran disebut mendapat tambahan waktu lima hari untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam, dengan alasan adanya pembicaraan yang diklaim produktif dengan pihak Iran, meski Teheran membantah klaim tersebut.

Perubahan arah kebijakan itu segera direspons pelaku pasar. Harga minyak dunia melanjutkan pelemahan, sementara pasar saham menguat. Pada saat yang sama, dolar AS bergerak goyah dan imbal hasil obligasi pemerintah turun.

Chief Investment Officer GAMA Asset Management, Rajeev De Mello, yang dikutip Reuters, menilai langkah tersebut merupakan bagian dari taktik negosiasi. Ia menyebut pemerintah AS juga tidak menginginkan harga minyak melonjak hingga US$150 per barel, terutama jika kenaikan itu dipicu oleh kebijakan mereka sendiri.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum diperdagangkan karena Bursa Efek Indonesia masih libur. Perdagangan saham domestik dijadwalkan kembali dibuka pada Rabu (25/3/2026).