BERITA TERKINI
Bursa di Timur Tengah Tutup dan Melemah, Harga Minyak serta Tarif Pengiriman Naik

Bursa di Timur Tengah Tutup dan Melemah, Harga Minyak serta Tarif Pengiriman Naik

Sejumlah pasar keuangan di Timur Tengah mengalami tekanan dan penutupan sementara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Pergerakan ini diikuti lonjakan harga minyak serta perubahan rute pelayaran yang mendorong kenaikan biaya pengiriman.

Di Arab Saudi, pasar saham turun 2,5% dengan pelemahan terutama pada saham sektor keuangan, industri, dan jasa. Namun, saham Saudi Aramco justru naik 2,5% seiring ekspektasi kenaikan harga minyak mentah yang berkelanjutan. Di kawasan lain, bursa Oman ditutup melemah 1,4% pada 1 Maret, bursa Mesir turun 2,5%, dan indeks saham utama Bahrain turun 1%. Sementara itu, bursa saham Qatar tidak beroperasi pada 1 Maret karena hari libur nasional.

Di Mesir, harian Al-Shorouk melaporkan bursa setempat sempat menangguhkan perdagangan lebih dari 50 saham selama 10 menit pada sesi 1 Maret. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi kerugian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Di Kuwait—yang disebut baru-baru ini menjadi sasaran aksi militer Iran—manajemen bursa mengumumkan penangguhan perdagangan tanpa batas waktu mulai 1 Maret. Kebijakan itu disebut diambil karena “keadaan luar biasa” guna memastikan keselamatan pedagang dan menjaga stabilitas pasar.

Di Uni Emirat Arab, Otoritas Pasar Modal mengumumkan penutupan seluruh pasar keuangan, termasuk bursa Abu Dhabi dan Dubai, mulai 2 Maret hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan ini dinyatakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan pengaturan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di pasar energi, harga minyak dilaporkan melonjak dan memicu volatilitas. Data dari perusahaan global menunjukkan harga minyak mentah AS naik 11% pada 2 Maret. Menurut The Guardian, pergerakan itu terjadi tak lama setelah OPEC+ pada 1 Maret menyepakati peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan, dalam konteks penilaian dampak konflik yang sedang berlangsung.

Selat Hormuz turut menjadi sorotan karena jalur ini dilalui perdagangan energi sekitar 500 miliar dolar AS per tahun, setara dengan sekitar 20% pasokan minyak global. Meski Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membantah rencana Teheran untuk menghalangi navigasi di selat tersebut, laporan media menyebut Garda Revolusi Iran mengirim pesan kepada kapal-kapal bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintas. Sejumlah kapal komersial juga dilaporkan terlihat mengubah haluan atau berlabuh di Teluk Persia.

The Guardian juga menyoroti bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak hanya mengangkut minyak, tetapi juga bahan kimia dan pupuk. Gangguan pada rute ini dinilai dapat memicu efek berantai terhadap sektor pertanian dan berpotensi memengaruhi harga pangan global.

Dari sisi logistik, perusahaan pelayaran besar mulai menyesuaikan rute. Tiga operator utama dunia—Maersk, Hapag-Lloyd, dan CMA CGM—mengumumkan perubahan pelayaran dengan mengitari Afrika, menghindari Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb, serta memberlakukan biaya tambahan.

Dalam pernyataan 1 Maret, Maersk menyebut menangguhkan sementara operasi pengiriman melalui Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb akibat memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah. Perusahaan juga memperingatkan layanan di UEA, Oman, dan Qatar dapat terdampak. Hapag-Lloyd menyatakan rute pengiriman kontainer yang menghubungkan India dan Timur Tengah dengan Mediterania akan dialihkan melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, serta akan menerapkan biaya tambahan risiko perang untuk pengiriman ke dan dari wilayah Teluk mulai 2 Maret. Sementara CMA CGM memberlakukan biaya darurat untuk barang ke dan dari sejumlah negara dan pelabuhan di kawasan, termasuk Irak, Bahrain, Kuwait, Yaman, Qatar, Oman, UEA, Arab Saudi, Yordania, Djibouti, Sudan, Eritrea, serta pelabuhan Ain Sokhna di Laut Merah, Mesir.

Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat cepat merembet ke pasar keuangan, energi, dan rantai pasok global—dari penurunan indeks saham hingga lonjakan harga minyak dan biaya pengiriman.