Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa pagi (24/3 WIB), mengikuti penguatan pasar saham Amerika Serikat dan merespons indikasi meredanya ketegangan di Timur Tengah yang turut menekan harga minyak mentah dunia.
Penguatan di kawasan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, di tengah pernyataan bahwa perundingan dengan Iran sedang dilakukan. Perkembangan tersebut mendorong koreksi harga minyak mentah, dengan Brent Crude dilaporkan turun hingga 11%.
Di Asia, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,15% ke level 24.650. Indeks Nikkei menguat 0,70% ke 51.910. Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,80% ke 5.503, setelah sempat bangkit hingga 3%.
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan ketiga indeks utama serempak rebound dari tekanan aksi jual. Indeks S&P 500 naik 1,15%, Nasdaq menguat 1,38%, dan Dow Jones melonjak 1,38%.
Menurut analisis Vibiz Research Center, pasar saham regional masih mencermati secara ketat perkembangan konflik Iran karena dinilai berpengaruh signifikan terhadap minat investasi pada aset berisiko.