Bursa saham Asia menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, mengikuti kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) setelah harga minyak global turun. Investor juga mencermati perkembangan terbaru terkait perang Iran, termasuk rencana Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan penundaan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping sekitar satu bulan. Trump sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke China pada akhir Maret.
Di pasar komoditas, harga minyak acuan Brent turun 2,84% dan ditutup pada USD 100,21 per barel pada Senin. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,28% menjadi USD 93,50 per barel. Namun pada perdagangan terbaru, harga minyak kembali bergerak naik, dengan Brent naik sekitar 1% ke USD 101,58 per barel dan WTI menguat 2% menjadi USD 95,47 per barel.
Penguatan bursa Asia terlihat di sejumlah pasar utama kawasan Asia-Pasifik. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,27%. Bank sentral Australia diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya secara beruntun, yang berpotensi mendorong suku bunga kebijakan menjadi 4,1%, level tertinggi sejak April 2025, berdasarkan estimasi Reuters.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,75%, sementara Topix melesat lebih dari 1%. Pasar saham Korea Selatan juga menguat tajam, dengan Kospi naik 2,94% dan indeks saham teknologi Kosdaq bertambah 1,53%.
Saham produsen chip memori di Korea Selatan ikut menguat. SK Hynix naik lebih dari 3% dan Samsung Electronics melonjak lebih dari 4%. Kenaikan ini terjadi setelah CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan bahwa permintaan chip generasi terbaru Nvidia diperkirakan dapat mencapai US$1 triliun hingga 2027. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pengembang tahunan Nvidia pada Senin.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng mencerminkan sentimen positif. Futures Hang Seng berada di level 25.894, sedikit di atas penutupan sebelumnya di 25.834,02.
Di AS, kontrak berjangka saham bergerak relatif datar setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya. Futures Dow Jones Industrial Average turun sekitar 46 poin atau 0,1%. Futures S&P 500 melemah 0,1%, sedangkan futures Nasdaq 100 turun sekitar 0,2%.
Pada perdagangan sebelumnya di Wall Street, indeks-indeks utama menguat seiring penurunan harga minyak. Dow Jones naik 387,94 poin atau 0,83% ke 46.946,41. S&P 500 menguat 1,01% menjadi 6.699,38, sementara Nasdaq Composite naik 1,22% ke 22.374,18.
Sejumlah saham teknologi juga mencatat kenaikan. Meta Platforms naik lebih dari 2% setelah laporan yang menyebut perusahaan itu berencana memangkas lebih dari 20% tenaga kerjanya. Saham Nvidia turut naik lebih dari 1% seiring dimulainya konferensi teknologi tahunan GTC pada Senin.