BERITA TERKINI
Bursa Asia Diperkirakan Melemah Ikuti Wall Street, Pasar Cermati Janji AS Amankan Selat Hormuz

Bursa Asia Diperkirakan Melemah Ikuti Wall Street, Pasar Cermati Janji AS Amankan Selat Hormuz

Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, mengikuti penurunan di Wall Street. Meski demikian, tekanan jual disebut mulai mereda setelah Amerika Serikat menyampaikan jaminan untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu titik penting bagi pasokan energi global.

Kontrak berjangka untuk indeks acuan di Sydney, Tokyo, dan Hong Kong sama-sama mengindikasikan potensi koreksi. Di New York, indeks S&P 500 ditutup turun 0,9% setelah sempat merosot hingga 2,5%.

Sentimen pasar sedikit membaik setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mengawal serta menjamin asuransi bagi kapal tanker dan kapal lainnya yang melintasi Selat Hormuz, dengan tujuan mencegah krisis global. “Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan menjamin ALIRAN ENERGI yang BEBAS ke seluruh DUNIA,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah mulai stabil setelah sebelumnya mencatat kenaikan dua hari terbesar dalam empat tahun terakhir. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hampir 5% dan ditutup mendekati US$75 per barel. Sementara itu, harga emas dilaporkan anjlok.

Di pasar obligasi dan valuta asing, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tiga basis poin ke 4,06%. Dolar AS menguat 0,6%.