BERITA TERKINI
Bupati Fahmi Tegaskan Penguatan Ekonomi Purbalingga Lewat Perluasan Kerja, Stimulus Usaha, dan Agenda Ramadan

Bupati Fahmi Tegaskan Penguatan Ekonomi Purbalingga Lewat Perluasan Kerja, Stimulus Usaha, dan Agenda Ramadan

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan fokus pada penguatan perekonomian daerah di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Fahmi M Hanif saat Tarawih Keliling (Tarling) putaran kelima Amaliyah Ramadan di Masjid At Taqwa, Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Rabu (4/3/2026).

Dalam upaya memperluas kesempatan kerja, Pemkab Purbalingga menyiapkan sejumlah program, di antaranya penyelenggaraan job fair serta peluncuran aplikasi Kepenak Ngodene. Platform tersebut ditujukan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih cepat dan efektif.

Selain program ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan stimulus kepada pelaku usaha. Dukungan ini diarahkan agar UMKM dan sektor usaha lainnya dapat bertahan, berkembang, dan meningkatkan kapasitas produksi di tengah tekanan ekonomi.

“Berbagai program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga Purbalingga,” kata Fahmi.

Pemkab Purbalingga juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendorong perputaran ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai agenda yang memberi ruang bagi pelaku UMKM. Kegiatan yang digelar antara lain Ramadan Light Festival, Car Free Night di Taman Usman Janatin, serta Ramadan Food Festival 2026 di kawasan Jalan Jenderal Soedirman sisi timur.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi stimulus ekonomi musiman yang dapat meningkatkan omzet pelaku usaha sekaligus membuka ruang interaksi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Camat Bojongsari Tri Wahyu Dini Susanti menyampaikan bahwa pihak kecamatan mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan, di antaranya di Desa Banjaran dan Bumisari. Adapun di Desa Patemon, melalui BUMDes Tirta Martani, telah dibangun obyek wisata bernama Lembah Silangit.

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten (Mas Bupati, red) untuk pengembangan potensi wisata ini, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Wahyu juga menyampaikan apresiasi atas program-program strategis yang telah dirasakan masyarakat, termasuk program Alus Dalane tahun 2025 dengan total anggaran Rp 1,9 miliar yang terealisasi di Bojongsari.

Selain itu, Bojongsari juga memperoleh dukungan pembangunan dari pemerintah pusat, seperti pembangunan irigasi di Desa Metenggeng, Bojongsari, dan Banjaran, serta perbaikan Jembatan Gunung Sindang yang sempat terputus akibat banjir.